DETAIL DOCUMENT
Determinan pencegahan pada pasien hipertensi (studi kualitatif di Puskesmas Banguntapan III Bantul)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ahmad Dahlan
Author
Mikanda Pratama Putra, Sah
Subject
H Social Sciences (General) 
Datestamp
2024-10-07 02:43:27 
Abstract :
Pendahuluan: Prevalensi penyakit hipertensi cenderung mengalami peningkatan di Kabupaten Bantul pada tahun 2022. Berdasarkan seluruh puskesmas di wilayah Bantul pada laporan Januari sampai dengan Desember 2022, Puskesmas Banguntapan III kini menjadi wilayah yang paling rendah tingkat cakupan pelayanan kesehatan hipertensi dengan persentase 4,3%. Hal ini disebabkan karena kurangnya kesadaran pasien terhadap perilaku kepatuhan pasien (Profil Dinkes, 2022). Tujuan: Untuk mendeskripsikan determinasi pencegahan pada pasien hipertensi di Puskesmas Banguntapan III Bantul. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah pasien hipertensi sebanyak 3 orang, keluarga pasien sebanyak 3 orang, dan petugas kesehatan sebanyak 1 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data dengan model Miles and Huberman. Hasil: Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa (1) faktor-faktor predisposisi (predisposing factors), yang terwujud dalam pengetahuan, sikap, dan kepercayaan. Pada faktor pengetahuan, hipertensi adalah tekanan darah tinggi. Pada faktor sikap, informan memilki kemauan yang kuat untuk sembuh. Pada faktor kepercayaan, Informan sangat konsisten dalam mengobati darah tinggi. (2) Faktor-faktor pendukung (enabling factors), yang terwujud dalam lingkungan fisik, tersedia atau tidak tersedianya fasilitas-fasilitas atau sarana-sarana kesehatan. Hasil analisis menegaskan bahwa informan mengunjungi dokter di puskemas setiap menggunakan kendaraan pribadi (motor) dan mobil. Puskesmas mudah dijangkau karena dekat kota. Jam buka sesuai dengan waktu yang ditetaptkan dan fasilitasnya bagus. (3) Faktor-faktor pendorong (reinforcing factors) yang terwujud dalam sikap dan peran petugas kesehatan. Hasil analisis menjelaskan petugas kegiatan mejelaskan hipertensi dengan detail. Petugas kesehatan memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya hipertensi. Petugas kesehatan selalu memberikan gambaran tentang pentingnya menyembuhkan hipertensi dan mengelola hidup sehat. Petugas kesehatan selalu menasihati untuk minum obat secara tertib dan rutin. 
Institution Info

Universitas Ahmad Dahlan