Abstract :
CV Abata Jogja adalah perusahaan manufaktur yang bergerak pada bidang
mainan edukasi anak, wahana bermain indoor dan outdoor, mebel, fiberglass, dan
kontruksi besi yang menerapkan sistem make to order. Berdasarkan pengamatan yang
dilakukan pada lantai produksi didapatkan permasalahan pada tata letak fasilitas.
Penentuan letak stasiun kerja belum dilakukan berdasarkan perancangan yang sesuai,
hanya menyesuaikan dengan ruang yang ada. Perancangan tata letak yang belum
teratur menyebabkan aliran material menjadi kurang baik yang mengakibatkan adanya
backtracking, cross movement sehingga menambah waktu proses produksi yang
menyebabkan ongkos material (OMH) tinggi. Tujuan ini adalah mengurangi
backtracking dan cross movement, perbaikan space, dan menurunkan OMH.
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Systematic Layout Planning
(SLP). Metode SLP digunakan untuk memberikan alternatif layout perbaikan pada
lantai produksi dengan tujuan menghilangkan backtracking, cross movement dan
meminimalkan OMH
Berdasarkan hasil penelitian dengan metode SLP didapatkan tiga alternatif
layout dengan nilai OMH yang berbeda-beda. Layout alternatif yang dipilih
berdasarkan OMH terkecil yaitu alternatif 2 yang menghilangkan backtracking, cross
movement dan dapat mereduksi OMH sebesar 50,7% dari biaya awal menjadi Rp.
343.582,72.