Abstract :
Berdasarkan rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa, serta pengguna model pembelajaran yang kurang inovatif pada kelas V kemampuan berpikir kritis siswa masih tergolong rendah seperti yang sudah di dapatkan pada saat ujian sekolah mata pelajaran IPA banyak siswa yang belum mampu merumuskan pokok masalah hal ini mengindifikasikan siswa belum memiliki kemampuan berpikir kritis yang baik dapat dilihat dari hasil ujian peserta didik mendapatkan hasil yang tuntas kurang dari 70. Mengetahui penerapan model Problem Based Learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa mata pelajaran IPA kelas V di SDN 020 Tanjung Selor .
Pada penelitian ini adalah menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi, dan dokumentasi. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah soal tes, lembar observasi aktivitas Guru, lembar observasi kemampuan berpikir kritis serta dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis data kuantitatif dan kualitatif.
Kriteria keberhasilan penelitian ini dilihat dari peningkatan kemampuan berpikir peserta didik mencapai 80% serta dengan kriteria ketuntasan minimal yang dtentukan yaitu 70. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan dari pra siklus,siklus I, dan siklus II dan proses maupun kemampuan berpikir kritis pada mata pelajaran IPA. Pada kegiatan pembelajaran IPA Problem Based Learning dengan nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis peserta didik dari pra siklus 59,59,siklus I 69,18 dan pada siklus II terjadinya peningkatan dengan rata-rata 81,25. Jadi proses pembelajaran menggunakan model Problem Based Leraning dapat meningkat kemapuan berpikir kritis pada mata IPA kelas V SDN 020 Tanjung Selor