DETAIL DOCUMENT
Uji aktivitas analgetik seduhan ganggang hijau (Ulva lactuca L.) pada mencit jantan
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ahmad Dahlan
Author
Febriyana Wulansari, Widyanari
Subject
Q Science (General) 
Datestamp
2024-10-10 01:37:04 
Abstract :
Nyeri merupakan perasaan dimana tubuh mengalami kerusakan jaringan, peradangan atau sistem saraf terganggu. Tatalaksana terapi nyeri dapat menggunakan obat analgetik golongan NSAID seperti natrium diklofenak dan obat bahan alam seperti ganggang hijau. Ganggang hijau memiliki zat aktif berupa alkaloid dan polisakarida sulfat yang berpotensi sebagai analgetik. Ganggang hijau dapat dikembangkan menjadi sediaan kering dalam kantung seduh dan dinikmati seperti meminum teh. Tujuan penelitian ini adalah menguji aktivitas analgetik serta mengetahui dosis seduhan ganggang hijau yang memiliki persen proteksi lebih besar dari kontrol natrium diklofenak. Penelitian dilakukan secara eksperimental terhadap hewan uji berupa mencit jantan berjumlah 24 ekor yang dibagi secara acak menjadi 4 kelompok perlakuan. Metode berupa rangsangan kimia dengan mengamati respon geliat mencit yang diinjeksi asam asetat 1% dosis 50 mg/kgBB. Aktivitas analgetik diketahui dengan analisis statistik deskriptif kumulatif geliat kelompok seduhan ganggang hijau dan kontrol menggunakan uji one way ANOVA, dilanjutkan uji beda antar kelompok menggunakan uji LSD. Hasil kumulatif geliat pada kelompok perlakuan CMC Na 1% yang diberi injeksi asam asetat 1% menunjukkan kenaikan yang signifikan. Persen proteksi pada kelompok kontrol Natrium Diklofenak 6,5mg/kgBB, SGH Dosis 520mg/kgBB dan SGH Dosis 1040mg/kgBB berturut-turut sebesar 59,35%, 49.43% dan 63,70%. Hal ini menunjukkan persen proteksi paling besar terdapat pada kelompok SGH Dosis 1040mg/kgBB. Analisis statistik menunjukkan bahwa data hasil memiliki perbedaan signifikan (p<0,05). Seduhan ganggang hijau memiliki aktivitas analgetik terhadap induksi asam asetat 1% dan rupa berkurangnya respon geliat pada mencit. Seduhan ganggang hijau dosis 1040mg/kgBB memiliki nilai persen proteksi sebesar 63,702% yang lebih besar dibandingkan dengan kontrol natrium diklofenak. 
Institution Info

Universitas Ahmad Dahlan