Institusion
Universitas Ahmad Dahlan
Author
Azzahra Arum 'aathiyah, Azizah
Subject
RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Datestamp
2024-10-10 07:10:13
Abstract :
Tingginya kasus COVID-19 diakibatkan mutasi virus SARS-CoV-2 yang memiliki transmisi lebih kuat dibanding varian sebelumnya berdampak pada
penurunan efektivitas pada orang yang telah divaksin primer, sehingga diperlukan
vaksin booster. Persepsi risiko berperan dalam penerimaan vaksin, dengan
memperhatikan karakteristik demografi. Tenaga kesehatan adalah vaksinator dalam
mempengaruhi penerimaan vaksin. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan persepsi risiko COVID-19 varian baru dengan penerimaan
vaksin booster COVID-19 pada tenaga kesehatan, serta karakteristik demografi
yang berhubungan dengan persepsi risiko COVID-19 varian baru maupun
penerimaan vaksin booster COVID-19.
Penelitian ini merupakan metode cross sectional observasional analitik.
Tenaga kesehatan di Pulau Jawa sebagai populasi pada penelitian. Sampel yang
digunakan adalah bagian dari populasi yang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi.
Kriteria inklusi yaitu responden yang bersedia berpartisipasi dengan mengisi
kuesioner online, berusia lebih dari 17 tahun, aktif menggunakan sosial media,
berdomisili di pulau Jawa. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan analitik
dengan uji Chi-Square dan uji fisher.
Hasil penelitian dari 197 responden yang memenuhi kriteria, persepsi risiko
tinggi sebesar 97% dan penerimaan vaksin booster COVID-19 tinggi sebesar
81.2%. Hasil analisis terdapat hubungan (p=0.012) antara persepsi risiko COVID19 varian baru terhadap penerimaan vaksin booster COVID-19 pada tenaga
kesehatan. Karakteristik demografi tidak berhubungan (p>0.05) dengan persepsi
risiko. Karakteristik demografi juga tidak berhubungan (p>0.05) dengan
penerimaan vaksin booster COVID-19.
Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terdapat hubungan (p<0.05) antara
persepsi risiko COVID-19 varian baru terhadap penerimaan vaksin booster
COVID-19 pada tenaga kesehatan. Tidak teradapat hubungan (p>0.05) pada
karakteristik demografi terhadap persepsi risiko maupun pada penerimaan vaksin
booster COVID-19.