Abstract :
Banyaknya orang yang meremehkan rasa kedisiplinan dalam diri mereka
sehingga memunculkan banyaknya pelanggaran di masyarakat. Tidak hanya
terdapat di masyarakat, pelanggaran juga terjadi di lembaga sekolah. Di MAN 2
Bantul, meskipun peraturan mengenai ketertiban sudah dengan jelas tertulis, tetap
ada siswa yang sengaja melakukan tindakan pelanggaran. Pelanggaranpelanggaran yang dilakukan siswa menjadi dorongan tersendiri bagi Kepala
Sekolah dan Guru MAN 2 Bantul untuk membuat sebuah hukuman berupa rompi
sanksi yang akan memberikan efek jera bagi siswa yang tidak disiplin. Tujuan dari
penelitian yang dilakukan di MAN 2 Bantul: (1)untuk mengetahui penggunaan
rompi sanksi terhadap pembentukan kedisiplinan siswa MAN 2 Bantul, (2)untuk
mengetahui faktor pendukung dan penghambat penerapan rompi sanksi terhadap
pembentukan kedisiplinan siswa di MAN 2 Bantul.
Peneliti menggunakan metode kualitatif yang melibatkan 4 Guru MAN 2
Bantul sebagai sumber data. Penelitian dengan cara (1)observasi di lingkungan
MAN 2 Bantul, (2)melakukan wawancara dan mengambil kesimpulan dengan
teknik triangulasi, (3)mengumpulkan beberapa dokumen guna validasi penelitian.
Rompi sanksi diterapkan untuk siswa yang melanggar beberapa aturan di
sekolah secara berulang-ulang seperti membolos saat jam pelajaran, ke kantin saat
jam pelajaran, tidak melaksanakan shalat dhuha secara berjamaah, tidak
melaksanakan shalat dzuhur secara berjamaah, dan beberapa pelanggaran lainnya.
Rompi digunakan pada saat siswa melakukan pelanggaran hingga pembelajaran
berakhir. Faktor yang mendukung berjalannya rompi sanksi terhadap
pembentukan kedisiplinan siswa MAN 2 Bantul: (1)guru, (2)dan orang tua.
Sedangkan faktor penghambat penerapan rompi sanksi yaitu: (1)dari diri siswa,
(2)dan faktor lingkungan pertemanan.