Abstract :
Rokok elektrik adalah rokok yang berbasis baterai, tanpa pembakaran seperti rokok konvensional. Kehadiran rokok elektrik memberi dampak yang buruk dalam kesehatan, contoh adiksi akibat cairan (liquid) yang mengandung nikotin. Maraknya penggunaan rokok elektrik di kalangan mahasiswa salah satunya dipengaruhi oleh persepsi resiko dan kepercayaan efikasi. Tujuan dari penelitian ini untuk memahami bagaimana tingkat pengetahuan mahasiswa kesehatan dan non kesehatan terhadap persepsi resiko paparan rokok elektrik di Universitas Ahmad Dahlan.
Desain penelitian yang digunakan yaitu observasional analitik. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa aktif kesehatan dan non kesehatan di Universitas Ahmad Dahlan, dengan jumlah sampel sebanyak 393 mahasiswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner.
Tingkat pengetahuan mahasiswa kesehatan 92,3% pada kategori tinggi dan 7,7% pada kategori rendah. Sedangkan tingkat pengetahuan mahasiswa non kesehatan 97,5% pada kategori tinggi dan 2,5% pada kategori rendah. Persentase mahasiswa non kesehatan memiliki pengetahuan kategori tinggi lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa kesehatan. Berdasarkan hasil uji chi-square yang diperoleh nilai p = 0.000, maka Ho ditolak karena nilai p < 0.05 yang artinya ada hubungan antara tingkat pengetahuan mahasiswa kesehatan dan non kesehatan terhadap persepsi resiko paparan rokok elektrik.
Diperoleh dari penelitian ini yaitu tingkat pengetahuan pada mahasiswa non kesehatan lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa kesehatan, serta terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan mahasiswa kesehatan dan non kesehatan terhadap persepsi resiko paparan rokok elektrik dengan nilai p = 0.000 (p < 0.05).