Abstract :
Pembelajaran berdiferensiasi merupakan usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas guna memenuhi kebutuhan belajar setiap individu. Penyesuaian yang dimaksud yakni terkait minat, profil belajar dan kesiapan siswa agar tercapai peningkatan hasil belajar. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran diferensiasi pada muatan pelajaran IPAS di SD Muhammadiyah Notoprajan serta mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan pembelajaran diferensiasi pada muatan pelajaran IPAS Di SD Muhammadiyah Notoprajan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek dalam penelitian ini yaitu guru kelas IV dan siswa kelas IV SD Muhammadiyah Notoprajan. Objek dalam penelitian ini yaitu penerapan pembelajaran diferensiasi pada muatan pelajaran IPAS di SD Muhammadiyah Notoprajan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Instrumen pengumpulan data menggunakan kisi-kisi wawancara, kisi-kisi observasi, dan kisi-kisi dokumentasi. Peneltian ini menggunakan Teknik analisis data menurut Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Penerapan pembelajaran diferesiasi pada muatan pelajaran IPAS di SD Muhammadiyah Notoprajan pada kelas IV yang dilaksanakan oleh guru melalui 4 tahap yakni: 1) diferensiasi konten; 2) diferensiasi proses; 3) diferensiasi produk; dan 4) lingkungan belajar. Berdasarkan empat tahap tersebut dapat dilihat bahwa proses pembelajaran berlangsung dengan baik, meskipun dengan keterbatasan dan kendala yang dialami baik guru maupun siswa. Kendala atau hambatan yang terjadi yaitu peralihan kurikulum 2013 ke kurikulum merdeka, membutuhkan banyak waktu untuk mempersiapkan pembelajarannya, yaitu menyusun modul ajar, media pembelajaran, modul projek, melakukan tes diagnostik untuk mengetahui gaya belajar siswa. Selain itu dikarenakan pada pelajaran IPAS lebih banyak materinya, bahasanya terlalu baku dan terdapat kata-kata baru yang sulit dipahami oleh siswa, serta peralihan dari anak-anak ke remaja. 2) faktor pendukung penerapan pembelajaran diferensiasi yaitu adanya kolaborasi dengan sesama guru kelas IV, serta peran kepala sekolah dalam memotivasi guru dengan menyelenggarakan berbagai pendampingan bagi guru melalui kegiatan in house training dan kegiatan workshop. Sedangkan faktor penghambat penerapan pembelajaran diferensiasi adalah keterbatasan pada sarana dan prasarana, kemampuan guru dalam memetakan siswa sesuai dengan gaya belajarnya, dan waktu yang diperlukan untuk mempersiapkan pembelajaran diferensiasi. Keterbaruan penelitian ini yaitu untuk menggali dan mendeskripsikan bagaimana penerapan pembelajaran diferensiasi, dapat diketahui apa faktor pendukung dan penghambat serta kendala yang di alami baik oleh siswa maupun guru.