DETAIL DOCUMENT
Prarancangan pabrik Asetaldehida dengan proses oksidasi etilena kapasitas 30.000/tahun
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ahmad Dahlan
Author
Sona, Arya
Wahyu Kurniawan, Krisa
Subject
T Technology (General) 
Datestamp
2024-10-14 08:37:30 
Abstract :
Asetaldehida (C2H4O) merupakan bahan kimia yang digunakan sebagai bahan baku pelarut organik, plastik, plastizicer, coating, flavoring agent, decalcifier, obat-obatan, pewarna, dan stabilizer. Prarancangan pabrik asetaldehida dirancang dengan kapasitas 30.000 ton/tahun menggunakan bahan baku etilena dan oksigen. Bahan baku etilena diperoleh dari PT. Chandra Asri Petrochemical Tbk dan bahan baku oksigen diperoleh PT. Air Liquide. Pabrik direncanakan akan didirikan di Kawasan Industri Cilegon, Provinsi Banten dengan luas tanah 1,8 hektar. Pabrik dirancang beroperasi secara kontinyu selama 330 hari, 24 jam per hari, dengan jumlah karyawan 132 orang. Proses pembuatan asetaldehida dilakukan dengan cara mereaksikan etilena dan oksigen dalam reaktor pada suhu 130 °C dan tekanan 3 atm. Umpan gas etilena dari PT. Chandra Asri Petrochemical Tbk dan gas oksigen dari PT. Air Liquide yang mengalir di dalam pipa, diturunkan tekanannya terlebih dahulu agar sesuai tekanan reaktor. Setelah itu, kedua umpan tersebut dicampur dengan arus recycle untuk dipanaskan sesuai dengan kondisi operasi reaktor dengan menggunakan heater (H-01). Reaktor yang digunakan adalah bubble column reactor dan digunakan air sebagai media pendingin. Reaksi ini dibantu dengan adanya katalis yaitu PdCl2 dan CuCl2 yang telah berada di dalam reaktor dan diaktifkan dengan larutan HCl yang kemudian diembunkan sebagian di dalam kondensor parsial (CDP-01) dan dipisahkan deng an separator (SP-01). Fasa uap pada separator akan dipisahkan untuk recycle dan sebagian akan masuk ke dalam absorber (AB-01) untuk memisahkan gas dari asetaldehida dan HCl, dengan tujuan untuk memanfaatkan gas etilena yang tidak bereaksi sebagai bahan bakar boiler. Sementara hasil bawah separator (SP-01) akan didinginkan melalui cooler (C-01) lalu dipompakan menuju menara destilasi (MD-01) untuk dimurnikan lebih lanjut. Hasil bawah menara destilasi (MD-01) akan dialirkan menuju UPL untuk diolah sesuai dengan baku mutu lingkungan sebelum dilepaskan ke lingkungan sedangkan hasil atasnya akan didinginkan dahulu melalui cooler (C-02) dan disimpan dalam tangki pada kondisi 35 °C dan 2 atm. Untuk mendukung jalannya proses, diperlukan layanan utilitas meliputi air, steam, udara tekan, listrik, dan bahan bakar. Kebutuhan air sebesar 354.033 kg/jam diperoleh dari PT. Krakatau Tirta Industri. Kebutuhan listrik dipenuhi oleh PT. PLN sebesar 64 kW dengan generator sebagai cadangan listrik apabila terjadi pemadaman. Kebutuhan steam sebanyak 1.462 kg/jam. Kebutuhan udara tekan sebesar 33,6 m3/jam. Kebutuhan bahan bakar untuk boiler sebesar 81337 kg/bulan dari natural gas dan 33.048 kg/jam gas etilena yang berasal dari proses serta bahan bakar fuel oil untuk generator sebanyak 273 kg/bulan. Hasil analisis ekonomi menunjukkan pabrik ini membutuhkan Fixed Capital Investment (FCI) sebesar Rp 353.236.917.946 dan Working Capital Investment (WCI) sebesar Rp 73.997.141.019. Analisis pabrik asetaldehida ini menunjukkan nilai ROI sebelum pajak sebesar 25,59% dan ROI setelah pajak sebesar 19,19%; nilai POT sebelum pajak adalah 2,81 tahun dan POT sesudah pajak adalah 3,43 tahun. Nilai Break Even Point (BEP) sebesar 42,13%; Shut Down Point (SDP) sebesar 12,73% dan Discounted Cash Flow Rate (DCFR) sebesar 75,12%. Berdasarkan data evaluasi ekonomi tersebut, maka pabrik asetaldehida layak untuk dikaji lebih lanjut. 
Institution Info

Universitas Ahmad Dahlan