Abstract :
Perkembangan pembelajaran daring di era modern menawarkan banyak manfaat sebagai penunjang pendidikan, salah satunya penyampaian materi pembelajaran yang lebih fleksibel. Dosen dan mahasiswa tidak harus pergi ke kampus untuk mengikuti kelas, mereka dapat mengikuti kelas kapan saja, di mana saja, dan dalam kondisi apapun, namun di sisi lain, ada kekhawatiran bahwa mahasiswa akan merasa kebingungan dan frustasi sehingga mengurangi efektivitas serta kepuasan belajar mereka yang mana membuat mahasiswa cenderung menjadi depresi, stres dan cemas. Pembelajaran luring sendiri memberikan berbagai manfaat diantaranya, mahasiswa mudah beradaptasi dengan lingkungan perkuliahan dan presentasi di kelas menjadi lebih hidup. Akan tetapi, pembelajaran luring pun boleh jadi membuat mahasiswa mengalami masalah kecemasan. Diantara penyebabnya adalah mahasiswa tidak dapat berkonsentrasi dalam kelas, tidak mengerti apa yang diajarkan dosen, tidak yakin apakah target pencapaian nilainya tercapai kelak, beban biaya kuliah dan tugas kuliah yang banyak.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasan mahasiswa PAI UAD yang mengikuti pembelajaran daring dan pembelajaran luring. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif komparatif. Sampel penelitian terdiri dari 52 mahasiswa kelas daring dan 71 mahasiswa kelas luring. Data penelitian diambil menggunakan kuesioner yang mengacu pada skala Generalized Anxiety Disorder (GAD-7) yang dikembangkan menjadi 28 pernyataan.
Pada penelitian ini diperoleh rata-rata skor tingkat kecemasan mahasiswa kelas daring sebesar 52,44 yang termasuk dalam kategori kecemasan sedang sedangkan rata-rata skor tingkat kecemasan mahasiswa kelas luring adalah sebesar 49,97 yang termasuk dalam kategori kecemasan ringan. Metode analisis yang digunakan adalah Independent Sample T-test dan diperoleh hasil nilai signifikansi sebesar 0,218 (p > 0,05) yang menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan antara tingkat kecemasan mahasiswa kelas daring dan luring.