Abstract :
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana bentuk kekerasan dan tanda-tanda kekerasan yang terjadi pada film ?ala?atu ?l?f Laylatin karya Mai Masri. Objek material penelitian ini diambil dari film ?ala?atu ?l?f Laylatin karya Mai Masri sebagai sumber data penelitian dan objek formal penelitian ini adalah sosio-semiotika sastra. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menganalisis representasi kekerasan dalam film. Teori yang digunakan adalah teori kekerasan Johan Galtung, ia mengungkapkan bahwa kekerasan bisa terjadi bila manusia dipengaruhi sedemikian rupa sehingga realisasi jasmani dan mental aktualnya berada dibawah realisasi potensialnya. Peneliti menggunakan teknik analisis semiotik Roland Barthes dalam menganalisis adegan-adegan yang digunakan dalam film ini untuk mewakili dan membantu mengidentifikasi bagaimana kekerasan struktural dan kultural. Hasil penelitian ditemukan beberapa tindak kekerasan dalam film ?ala?atu ?l?f Laylatin (1) kekerasan personal/langsung terdapat 10 data, (2) kekerasan struktural terdapat 5 data, (3) kekerasan budaya terdapat 1 data. Film dianalisis sejak film diangkat dari latar belakang dengan representasi personal/langsung, struktural dan budaya yang berbeda satu sama lain. Digunakan alat struktural dan budaya untuk penggunaan personal/langsung