DETAIL DOCUMENT
Analisis risiko ergonomi pada pekerja pembuatan wajan dengan metode OWAS (Ovako Work Postur Analysis System) Studi Kasus di IKM TS Alumunium Yogyakarta
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ahmad Dahlan
Author
Anggraini Nabila Putri, Dwita
Subject
T Technology (General) 
Datestamp
2024-10-12 03:39:40 
Abstract :
Faktor utama dalam proses industri yaitu tenaga kerja manusia. Banyak proses industri yang masih mencakup tenaga manual sehingga rentan terhadap gangguan kesehatan seperti Musculoskeletal Disorders (MSDs). Berdasarkan wawancara terhadap pekerja bagian produksi IKM TS Alumunium yang merupakan industri pengecoran logam alumunium di Yogyakarta, diketahui 100% pekerja mengeluh rasa sakit pada bagian tangan dan punggung, 50% pekerja mengeluh pada bagian leher, 16,7% pekerja mengeluh pada bagian kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil penilaian postur kerja, mengetahui hubungan antara keluhan MSDs dengan tingkat risiko Ergonomi dan mengusulkan pengendalian risiko. Metode yang digunakan dalam penilaian postur kerja yaitu Ovako Work Posture Analysis System (OWAS). Sedangkan kuesioner modifikasi Standardise Nordic Quetionnaires (SNQ) dan Visual Analogue Scale (VAS) digunakan untuk mengetahui keluhan rasa nyeri pada 43 aktivitas dari 6 pekerja bagian produksi IKM TS Alumunium. Berdasarkan hasil penilaian postur kerja dan penilaian keluhan rasa nyeri dilakukan uji chi-square bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat risiko Ergonomi dan tingkat keluhan rasa nyeri. Hasil penyebaran kuesioner menunjukkan keluhan rasa sakit terbesar terdapat pada bagian tubuh punggung bawah dan punggung atas dengan persentase sebesar 17% dan 15%. Berdasarkan penilaian menggunakan metode OWAS diketahui satu aktivitas yang tergolong kategori 4 yaitu aktivitas melakukan pembubutan. Sehingga perlu perbaikan sekarang juga. Berdasarkan uji chi-square menunjukkan tingkat risiko Ergonomi memiliki hubungan yang signifikan terhadap keluhan punggung atas dan punggung bawah. Usulan pengendalian risiko yang direkomendasikan yaitu pekerja melakukan peregangan otot dan perbaikan fasilitas kerja dengan menambah tinggi meja pembubutan menjadi 95 cm sehingga terbentuk postur kerja yang aman. 
Institution Info

Universitas Ahmad Dahlan