Abstract :
Proses pembuatan batik melalui tahapan yang panjang, salah satunya proses
membatik. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, ditemukan adanya
penggunaan alat kerja yang belum sesuai dengan postur tubuh pembatik serta
melibatkan gerakan repetitif yakni dengan mengambil lilin dari kompor, meniupkan
lilin pada canting dan menorehkan lilin pada kain yang sudah diberikan pola.
Berdasarkan hasil wawancara terhadap 10 pembatik diperoleh data bahwa terdapat
pembatik mengeluhkan nyeri pada bagian tubuh punggung bagian bawah, bagian
lutut, dan bagian bahu. Aktivitas ini ditemukan postur tubuh canggung dan gerakan
dilakukan secara terus menerus dalam waktu yang lama. Oleh karena itu, penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara postur kerja dengan keluhan pada
aktivitas membatik di UMKM Batik Berkah Lestari.
Penelitian ini menggunakan 40 responden pekerja pada aktivitas membatik.
Penentuan skor pada postur kerja dilakukan dengan menggunakan metode Rapid
Upper Limb Assessment (RULA) dan penentuan tingkat keluhan dilakukan dengan
menggunakan kuisioner SNQ-VAS. Penelitian ini menggunakan uji Chi-Square
dan uji FisherExact untuk mengetahui korelasi antara postur dan keluhan. Terdapat
2 variabel yang digunakan pada penelitian ini yakni variabel dependen dan variabel
independen. Variabel bebas yang digunakan pada penelitian ini yakni resiko
ergonomi dan varibel tetap yang digunakan yakni keluhan MSDs.
Berdasarkan hasil analisis output pengolahan data chi-square didapatkan 4
bagian yang berhubungan secara signifikan yakni bagian postur pergelangan tangan
berpengaruh terhadap MSDs bagian pergelangan tangan (p-value=0.029), bagian
postur gabungan lengan atas, lengan bawah dan pergelangan tangan berpengaruh
terhadap MSDS bagian bahu kanan (p-value=0.031), bagian postur leher
berpengaruh terhadap MSDs bagian leher (p-value=0.037), serta bagian postur
batang tubuh berpengaruh terhadap MSDs bagian punggung bawah (pvalue=
0.029).