Abstract :
Rancangan Pabrik Monoetanolamine dengan kapasitas 50.000 ton/tahun
akan dibangun di Kawasan Industri Cikampek, Jawa Barat. Proses pembuatan
monoetanolamine menggunakan bahan baku etilen oksida dan ammonia.
Pemanfaatan dari Monoetanolamine antara lain sebagai bahan baku industri
kosmetik, pengemulsi dan plasticizer. Reaksi pembentukan Monoetanolamin
berlangsung pada Reaktor Alir Pipa (RAP) dengan kondisi operasi yaitu suhu 40?
dan tekanan 3 atm. Reaksi bersifat eksotermis sehingga memerlukan pendingin
untuk menjaga suhu pada reaktor. Tujuan prarancangan ini yakni meningkatkan
sekktor perekonomian di Indonesia.
Umpan masuk Reaktor (R-01) berupa etilen oksida dan ammonia yang
berfase gas dengan perbandingan 1:10 dalam kondisi isothermal. Produk keluaran
Reaktor pada suhu 40? dan tekanan 3 atm dalam kondisi campuran cair dan gas.
Produk keluaran reaktor (R-01) akan di teruskan ke Flash Drum (FD) untuk
dipisahkan antara Etilen Oksida dan Ammonia dengan Monoetanolamine,
Dietanolamine dan Trietanolamine dengan kondisi operasi suhu 85? dan tekanan
1 atm. Hasil uap dari FD berupa campuran Etilen Oksida dan Amonia yang akan
dipisahkan lagi dengan Separator untuk di Recycle ke Reaktor. Hasil cairan dari FD
berupa monoetanolamin, dietanolamin dan trietanolamin dimasukkan kedalam
Menara Destilasi (MD) pada keadaan cair jenuh dengan suhu 176,5 ? dan tekanan
1,2 atm, hasil atas MD berupa monoetanolamine dengan kadar 99%, kemudian
diembunkan menggunakan condenser, setelah itu didinginkan mnggunakan cooler
(CL-02) kemudian produk disimpan kedalam tangki penyimpanan (T-03).Untuk
hasil bawah dari MD-01 berupa Campuran monoetanolamine, dietanolamine serta
trietanolamine.
Hasil analisis ekonomi dari perancangan pabrik Monoetanolamin diperoleh
Percent Return of Investment (ROI) sebelum pajak sebesar 60,40%, Pay Out Time
(POT) sebelum pajak sebesar 1,42 tahun, Break Even Point (BEP) sebesar
40,247%, Shut Down Point (SDP) sebesar 27,47 %, dan Discounted Cash Flow
Rate of Return (DCFRR) sebesar 53,40%. Berdasarkan perhitungan dan hasil
evaluasi ekonomi maka pabrik Monoetanolamin dengan kapasitas 50.000 ton/tahun
ini layak ditinjau lebih lanjut dan ditinjau dari sifat bahan baku, kondisi operasi,
serta produk utama. Dengan demikian Pabrik Monoetanolamin berkapasitas 50.000
ton/tahun termasuk dalam pabrik beresiko tinggi.