DETAIL DOCUMENT
Efektivitas favipiravir pada pasien Covid 19 dengan gejala berat di RS PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ahmad Dahlan
Author
Suyitno, Irfansyah
Subject
R Medicine (General) 
Datestamp
2024-10-15 03:07:18 
Abstract :
Coronavirus-2 (SARS-CoV-2) pertama kali muncul di Wuhan China pada tahun Pada tanggal 31 Desember 2019. World Health Organization memberi nama virus baru tersebut severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Obat antivirus menjadi kandidat terbaik untuk pengobatan COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas favipiravir pada pasien COVID-19 gejala berat, diketahui pada penelitian terdahulu favipiravir memiliki efektivitas yang lebih baik dibandingkan oseltamivir, dilihat dari lama rawat inap yang mendapatkan terapi favipiravir memiliki tingkat kesembuhan yang cepat dengan tingkat kematian yang rendah. Penelitian ini menggunakan observasional deskriptif secara retrospektif. Pengambilan data dilakukan berdasarkan data rekam medis pasien COVID-19 di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta dari Mei 2020 sampai April 2022. Kriteria Inklusi yang digunakan adalah pasien COVID-19 yang di rawat di ICU dengan data rekam medik lengkap dan kriteria eksklusi penelitian ini adalah pasien COVID-19 yang memiliki penyakit penyerta auto imun, pasien rujukan dan pasien yang mendapat antivirus kombinasi maupun antivirus selain favipiravir. Hasil penelitian menunjukkan usia terbanyak adalah diatas 50 tahun (77,8%). Sebagian besar pasien memiliki komorbid (70,4%) dengan persentase terbesar adalah komorbid hipertensi (40,7%). Total penggunaan obat pasien terbanyak adalah jenis obat antibiotik berjumlah (85%). Gambaran pada kesembuhan (46,3%), meninggal (53,7%) dan lama rawat inap 6-9 hari (31%), <6>9 hari (39%). Efektivitas favipiravir sembuh dengan lama rawat inap 6-9 hari menunjukkan bahwa efektif (22%) dan tidak efektif (78%). Kesimpulan pada penelitian ini adalah efektitivitas dari luaran klinis yang diukur dari kesembuhan dan lama rawat inap 6-9 hari menunjukkan bahwa favipiravir efektif (22%) dan tidak efektif (78%). 
Institution Info

Universitas Ahmad Dahlan