DETAIL DOCUMENT
Pengetahuan, sikap, dan persepsi tentang pendidikan seks pada pendidik anak usia dini di Kabupaten Bantul
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ahmad Dahlan
Author
Puspitajati Adikusuma, Melati
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2024-10-16 04:14:10 
Abstract :
Kasus kekerasan seksual terhadap anak beberapa tahun ini sering terjadi di Indonesia. Kasus kekerasan yang menimpa anak khususnya anak usia dini salah satunya disebabkan karena kurangnya pemberian pendidikan seks pada anak usia dini. Pemahaman tentang pengetahuan dan kesediaan para pendidik diperlukan untuk mengupayakan pencegahan terjadinya kekerasan seksual. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa tingkat pengetahuan, sikap, dan persepsi pendidik terhadap pendidikan seks anak usia dini di Kabupaten Bantul. Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian cross ? sectional. Populasi penelitian sejumlah 1.495 guru TK. Teknik pengambilan sampel menggunakan Cluster Random Sampling dengan sampel sejumlah 93 guru TK untuk memenuhi derajat kepercayaan 90?ngan margin of error sebesar 10%. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner penelitian Pengetahuan oleh Lakshita (2019) yang dikembangkan dari teori Boyke (2013), Sikap oleh Lakshita (2019) yang dikembangkan dari teori Azwar (1995), dan Persepsi oleh Felicia dan Pandia (2017) yang dikembangkan dari Teori Health ? Belief (2008). Teknik analisis data yaitu analisis deskriptif kuantitatif dengan menjabarkan atau menjawab rumusan masalah dari hasil penelitian yang diperoleh secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan guru TK tergolong cukup sebesar 60%, sikap guru TK yang tidak mendukung sebesar 67%, dan persepsi guru TK yang cenderung netral karena sebagian besar guru sudah meyakini bahwa anak usia dini rentan mengalami kekerasan seksual dan berdampak serius. Menurut guru pendidikan seks penting dan memberikan manfaat yaitu menjaga dan mencegah tindak kekerasan seksual pada anak, namun guru merasakan ada hambatan-hambatan dalam pelaksanaan pendidikan seks terkait pemahaman guru, norma lingkungan dan rasa tabu yang dirasakan guru. Hasil analisis Bivariat dengan uji Chi Square menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara sikap dengan lama mengajar guru (pvalue= 0.039) dan ada perbedaan yang signifikan antara sikap dengan status sertifikasi guru (pvalue= 0.035. Disimpulkan bahwa perlu adanya pembentukkan sikap dan persepsi guru terkait pendidikan seks anak usia dini , yaitu dengan membangun komunikasi yang baik antara guru dan orang tua agar membentuk pemahaman dan kepercayaan yang sama serta tidak menganggap lagi pendidikan seksual tabu atau mengarah pada pornografi. 
Institution Info

Universitas Ahmad Dahlan