Abstract :
Pertambangan batubara, di kawasan Muara Enim, mempunyai kandungan C- organik rendah serta mengakibatkan aktivitas mikroorganisme tanah dapat terganggu, hal tersebut perlu, untuk meningkatkan C-organik dengan cara menggunakan bakteri pereduksi sulfat yang diperoleh dari genangan pertambangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan isolat bakteri pereduksi sulfat dan kemampuan bioremediasi dalam meningkatkan kadar nilai C-organik pada tanah pasca pertambangan. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Mikrobilogi yang berlangsung bulan Febuari 2020. Sumber isolat BPS yang digunakan berasal dari kawasan pertambangan PT Manambang, PT Bukit Asam, PT Pama. Tanah bekas tambang batubara diperoleh dari PT Sawindo. Isolasi bakteri pereduksi sulfat dilakukan menggunakan metode pour plate dengan media Postage B cair, Isolat yang didapatkan tersebut selanjutnya diuji cobakan kemampuan bioremediasi terhadap tanah bekas tambang batubara serta diukur perubahan kandungan C-organik menggunakan metode titrasi. Berdasarkan penelitian didapatkan tiga jenis isolat BPS yang dapat meningkatkan pH yaitu isolat PT Manambang pH 6,1 isolat PT Bukit Asam pH 6,0 dan isolat PT Pama pH 6,5, serta meningkatkan nilai kandungan C- organik bekas tambang batubara isolat PT Manambang 1,65%, isolat PT Bukit Asam 2,05% dan isolat PT Pama 1,9%, Tanah bekas tambang +kompos sekam padi 1,13%, kontrol 0,65%.