Abstract :
Kewajiban mendirikan sebuah negara dan nenunjuk seseorang agar menjadi pemimpin bagi masyarakatnya adalah hal yang disepakati oleh mayoritas ulama. Dengan adanya pemimpin maka seluruh masyarakat yang dipimpin wajib menaati kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemimpin tersebut. Akan tetapi, sangat memungkinkan akan muncul pemimpin yang tidak ideal dan menzalimi masyarakatnya sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim nomor hadis 1847. Dalam hal ini ulama berbeda pendapat dalam hal menaatinya. Oleh karena itu, peneliti melakukan penelitian kualitas dan pemahaman hadis dengan menggunakan metode kualitas sanad oleh Suryadi dan Muhammad Alfatih Suryadilaga dan metode pemahaman hadis oleh Ali Mustafa Yaqub. Jenis penelitian ini adalah kualitatif yang bersumber pada data kepustakaan (library reseach), dengan teknik dokumentasi yaitu mengumpulkan dan menelaah sumber-sumber data yang dibutuhkan dari sumber kepustakaan baik primer dan sekunder, kemudian mereduksi menyesuaikan permasalahan yang diteliti. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa hadis Riwayat Imam Muslim nomor 1847 tersebut adalah hadis mursal khafi dan juga ditemukan satu hadis ?asan dan empat hadis lainnya berkualitas ?a??? terkait ketaatan kepada pemimpin. Juga dari hadis-hadis tersebut dapat dipahami bahwa menaati pemimpin itu haruslah memiliki ukuran, yakni menaati mereka selama menetapkan kebijakan yang tidak bertentangan dengan aturan Allah dan Rasulnya. Pemimpin harus menjalankan kepemimpinan dengan keadilan sesuai dengan tujuan diadakannya kepemimpinan tersebut. Jika dijumpai bahwa pemimpin itu melakukan kezaliman, maka masyarakat harus menghilangkan kezaliman tersebut sesuai kemampuannya minimal mengingkari dengan hatinya.