Abstract :
Penelitian ini mengeksplorasi volatilitas nilai tukar yang disebabkan dari pengaruh harga CPO, money supply, inflasi dan GDP. Hal ini berkaitan mengenai sifat hubungan linieritas dan non-linier antara harga CPO dan nilai tukar pada negara-negara berkembang salah satunya di Indonesia. Penelitian menggunakan data time-series dari tahun 2005Q1-2022Q4. Penelitian menggunakan pendekatan autoregressive distributed lag (ARDL) model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh harga CPO terhadap nilai tukar dan inflasi baik pada jangka pendek dan jangka panjang. Volatilitas nilai tukar selama periode penelitian dipengaruhi oleh inflasi dan money supply serta GDP. Perbedaan hasil penelitian disebabkan bahwa penelitian ini menggunakan harga CPO internasional, sedangkan pada penelitian-penelitian sebelumnya menggunakan volume komoditas ekspor unggulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volatilitas nilai tukar dapat diredam