Abstract :
Latar Belakang: Menurut data BKKBN tahun 2020, dari jumlah total 256.879 posyandu di Indonesia, hanya sebanyak 43.540 posyandu saja yang memberikan pelayanan selama pandemi COVID-19. Hal ini menunjukkan bahwa ketahanan keluarga dari segi kesehatan berisiko mengalami penurunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan dan dimensi keberhasilan posyandu terintegrasi di Dusun Pagergunung 1 dalam meningkatkan ketahanan keluarga di masa Pandemi COVID-19. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam dan observasi non partisipan. Subjek penelitian berjumlah tiga informan yang terdiri dari ketua posyandu, kader posyandu balita, dan kepala dusun. Pedoman wawancara dan lembar checklist digunakan sebagai instrumen penelitian. Hasil: Sebelum memasuki era new normal, posyandu berjalan menggunakan metode jemput bola dan bekerja sama dengan SATGAS COVID-19 setempat. Setelah memasuki era new normal, posyandu kembali beroperasi di posko dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Layanan sosial dasar terintegrasi di Posyandu Flamboyan Dusun Pagergunung 1 telah berjalan sesuai amanat dalam PERMENDAGRI No. 19 Tahun 2011 kecuali layanan imunisasi dan KB. Keberhasilan posyandu terintegrasi sebagai kebijakan publik tak lepas dari komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Kesimpulan: Pelaksanaan posyandu terintegrasi di Dusun Pagergunung 1 sudah berjalan dengan baik, namun masih ditemukan hambatan berupa keterampilan SDM yang minim teknologi, kecakapan SDM yang kurang terhadap alur pelayanan sosial dasar, buku catatan yang berukuran kecil, dan masih adanya masyarakat yang kurang partisipatif.