DETAIL DOCUMENT
Profil penggunaan analgesik pasca operasi dan luaran terapi pada pasien kolelitiasis rawat inap di RSPAU dr. S. Hardjolukito Yogyakarta
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ahmad Dahlan
Author
Sholihah, Azzahra
Subject
RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine 
Datestamp
2024-10-21 08:28:47 
Abstract :
Kolelitiasis merupakan penyakit yang umumnya ditangani dengan tindakan pembedahan. Tindakan bedah dapat menimbulkan nyeri pasca operasi. Keluhan nyeri harus mendapatkan penanganan yang tepat salah satunya dengan pemberian terapi analgesik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan analgesik pasca operasi dan luaran terapi setelah penggunaan analgesik pasca operasi pada pasien kolelitiasis rawat inap di RSPAU dr. S. Hardjolukito Yogyakarta periode 2019-2021. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif-observasional dengan pengumpulan data secara retrospektif dari rekam medis pasien. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data univariat digunakan untuk mengetahui frekuensi dan persentase variabel penelitian. Hasil penelitian diperoleh 247 pasien kolelitiasis yang tercatat dalam rekam medis mendapatkan analgesik pasca operasi paling banyak di ruang pemulihan adalah Fentanyl 100 mcg + Dexketoprofen 100 mg / Fentanyl 100 mcg + Ketorolac 60 mg pada 8 jam pertama secara drip intravena (40,08%), analgesik di bangsal adalah dexketoprofen 50 mg/8 jam IV (96,76%), analgesik yang dibawa pulang asam mefenamat 500 mg/8 jam (99,60%), dan analgesik saat kontrol dexketoprofen 25 mg oral (38,87%). Luaran terapi berhasil pada 87,04% pasien dengan luaran terapi primer diperoleh 70,85% pasien mengalami penurunan skala nyeri pada saat pasien di ruang pemulihan pasca operasi sampai 24 jam pasca operasi. Luaran terapi sekunder diperoleh 58,7% pasien tidak mendapatkan analgesik tambahan ketika kontrol pertama pasca rawat inap. Kesimpulan pada penelitian ini pemberian analgesik pasca operasi laparoskopi kolesistektomi sebagian besar berhasil menurunkan skala nyeri pasien pada saat pasien di ruang pemulihan pasca operasi sampai waktu 24 jam pasca operasi dan/atau mengurangi kebutuhan analgesik tambahan ketika pasien kontrol. 
Institution Info

Universitas Ahmad Dahlan