DETAIL DOCUMENT
Analisis prevalensi dan faktor risiko terhadap kelainan susunan alat gerak tubuh bagian bawah pada petani padi (studi kasus petani padi di Provinsi Sulawesi Selatan)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ahmad Dahlan
Author
Miftahul Khair Malkab, A.
Subject
T Technology (General) 
Datestamp
2024-10-21 08:45:06 
Abstract :
Kegiatan pertanian padi melibatkan pekerjaan yang dilakukan secara manual yang berkepanjangan. Paparan risiko bertani yang berkepanjangan dapat menyebabkan kelainan pada ekstremitas bawah. Kelainan ini dapat meningkatkan risiko cedera ekstremitas bawah dan cacat fisik. Namun, identifikasi prevalensi dan faktor-faktor yang terkait dengan kelainan ekstremitas bawah terhadap petani padi di Provinsi Sulawesi Selatan belum dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan faktor risiko kelainan ekstremitas bawah di kalangan petani padi. Survei cross-sectional dilakukan terhadap 400 petani padi di Provinsi Sulawesi Selatan yang dipilih dengan menggunakan pendekatan random sampling. Kelainan ekstremitas bawah yang diukur meliputi: pelvic tilt angle, limb length inequality, femoral antetorsion, quadriceps (Q) angle, tibiofemoral angle, genu recurvatum, rearfoot angle, dan medial longitudinal arch angle. Statistik deskriptif digunakan untuk menganalisis karakteristik responden dan prevalensi kelainan ekstremitas bawah. Analisis statistik metode regresi logistik ganda digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko. Penelitian ini melaporkan prevalensi kelainan ekstremitas bawah. Kekurangan berat badan, kelebihan berat badan, dan bertahun-tahun bertani diidentifikasi sebagai faktor risiko utama untuk kelainan tersebut. Prevalensi kelainan ekstremitas bawah tertinggi adalah pelvic tilt angle (29%), femoral antetorsion (24%), tibiofemoral angle (22%), foot pronation (18%), limb length inequality (14%), genu recurvatum (13%), quadriceps angle (8%), dan tibial torsion (6%). Faktor internal individu yang menjadi faktor risiko terhadap kelainan ekstremitas bawah petani padi adalah body mass index (BMI). Pelvic tilt angle memiliki hubungan yang signifikan dengan petani dengan kategori kekurangan berat badan dan genu recurvatum memiliki hubungan yang signifikan dengan petani dengan kategori kelebihan berat badan. Kemudian untuk faktor eksternal yang menjadi faktor risiko terhadap kelainan ekstremitas bawah petani padi adalah masa kerja. Petani dengan masa kerja lebih lama akan memberikan peningkatan risiko terjadinya kelainan genu recurvatum. Skrining ekstremitas bawah akan membantu dalam mengidentifikasi ketidaksejajaran ekstremitas bawah pada petani padi. Hal ini kemudian dapat mengarah pada pencegahan dini gangguan muskuloskeletal yang timbul akibat ketidakselarasan tersebut. 
Institution Info

Universitas Ahmad Dahlan