Abstract :
Penelitian ini dilatar belakangi oleh keinginan peneliti untuk mengetahui narasi cyberbullying pada film Budi Pekerti (2023) melalui analisis narasi model Tzvetan Todorov. Banyaknya kasus cyberbullying yang marak terjadi saat ini menjadi persoalan yang serius di lapisan masyarakat. Cyberbullying adalah salah satu jenis penindasan, melalui teknologi digital, cyberspace, internet atau sosial media. Film Budi Pekerti (2023) karya Wregas Bhanuteja ini mengangkat isu tentang cyberbullying.
Metodologi penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, karena dalam pelaksanaannya lebih dilakukan dengan menganalisis data teks atau cerita. Pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi dan dokumentasi, kemudian data-data dianalisis melalui analisis narasi model Tzvetan Todorov. Dapat disimpulkan bahwa dengan menganalisis film melalui pendekatan teori narasi beserta strukturnya, dapat mengungkap bentuk cyberbullying yang ingin disampaikan sutradara kepada penonton.
Berdasarkan hasil temuan dalam penelitian dapat disimpulkan bahwa analisis naratif cyberbullying pada film Budi Pekerti (2023) ini ditemukan 3 jenis Cyberbullying, yaitu flaming, harassment, dan denigration. Bentuk cyberbullying yang paling dominan adalah denigration yaitu pencemaran nama baik, mengungkapkan keburukan seseorang di media sosial dengan sengaja, dengan maksud untuk merusak reputasi orang tersebut.