Abstract :
Penilaian terhadap kesiapan Industri 4.0 telah dilakukan pada industri manufaktur di Yogyakarta dengan hasil industri makanan dan industri non logan berada pada level 3 yaitu tahap kesiapan matang. Sedangkan penerapan Industri 4.0 masih menjadi tantangan bagi UMKM di Yogyakarta dibandingkan dengan industri besar dan sedang. Perlunya dilakukan penilaian kesiapan Industri 4.0 pada UMKM di Yogyakarta agar tercapainya peningkatan produktivitas dan efisiensi proses produksi sehingga tujuan Making Indonesia 4.0 dapat terpenuhi. Tujuan dilaksanakannya penelitian untuk mengukur kesiapan UMKM di Yogyakarta dalam mengimplementasikan Indusrti 4.0 dan untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor pendorong yang dapat mempengaruhi kesiapan UMKM terutama pada faktor budaya dengan menambahkan faktor-faktor pendorong lainnya. Penelitian ini menggunakan metode Regresi Linear Berganda dan teknik sampling yang digunakan adalah probability sampling yaitu simple random sampling. Populasi penelitian adalah UMKM di Yogyakarta dan obyek penelitian meliputi UMKM yang berada pada kelas mikro, kecil dan menengah, sehingga didapatkan jumlah sampel sebanyak 119 UMKM. Data yang didapatkan melalui kuesioner kemudian diolah menggunakan software SPSS 26. Faktor pendorong yang digunakan untuk mengukur kesiapan UMKM dalam mengimplementasikan Industri 4.0 berupa budaya, perundang-undangan/standar, strategi, kondisi pasar dan pesaing, tenaga kerja, produktivitas dan efisiensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor perundang-undangan/standar, tenaga kerja, produktivitas dan efisiensi memiliki pengaruh positif, sedangkan faktor budaya dan strategi tidak memiliki pengaruh dan faktor kondisi pasar dan pesaing tidak berpengaruh positif terhadap kesiapan UMKM di Yogyakarta dalam mengimplementasikan Industri 4.0. Faktor-faktor tersebut mampu mendorong kesiapan UMKM di Yogyakarta dalam mengimplementasikan Industri 4.0 sebesar 46,1% sisanya sebesar 53,9% didorong oleh variabel lainnya diluar penelitian.