Abstract :
ABSTRAK
Kemajuan teknologi pada era revolusi digital mendorong perkembangan gadget yang sangat pesat dan semakin canggih untuk mempermudah kegiatan manusia. Penggunaan gadget secara berlebihan dalam kehidupan sehari-hari memicu banyak dijumpai anak-anak yang tidak luput dari perilaku kecanduan gadget. Begitupun yang terjadi pada siswa di SMP Muhammadiyah 3 Mlati ditemukan terdapat siswa yang melanggar peraturan tata tertib mengenai penggunaan gadget di sekolah. Permasalahan kecanduan gadget pada siswa diketahui disebabkan oleh faktor pola asuh orang tua dalam memberikan pengawasan. Oleh karena itu, perlu adanya peran bijak orang tua dalam penggunaan gadget pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan kecanduan gadget pada siswa di SMP Muhammadiyah 3 Mlati.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian korelasional. Penentuan subjek penelitian menggunakan teknik random sampling, dimana subjek pada penelitian yaitu siswa SMP Muhammadiyah 3 Mlati yang berjumlah 113 orang siswa terdiri dari siswa kelas VII, VIII, dan IX. Penelitian ini menggunakan skala pola asuh orang tua dan skala kecanduan gadget sebagai instrumen penelitian. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rho dengan bantuan Statistic Package for Social Science (SPSS) versi 25.0. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan kecanduan gadget pada siswa di SMP Muhammadiyah 3 Mlati.
Hasil penelitian menunjukan bahwa hubungan pola asuh otoriter dengan kecanduan gadget didapatkan nilai Sig.(2-tailed) 0,001<0,05 diartikan terdapat hubungan antara pola asuh otoriter dengan kecanduan gadget. Hubungan pola asuh demokratis dengan kecanduan gadget didapatkan nilai Sig.(2-tailed) 0,017<0,05 diartikan terdapat hubungan antara pola asuh demokratis dengan kecanduan gadget. Hubungan pola asuh permisif dengan kecanduan gadget didapatkan nilai Sig.(2-tailed) 0,002<0,05 diartikan terdapat hubungan antara pola asuh demokratis dengan kecanduan gadget. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi orang tua siswa dalam menerapkan pola asuh yang tepat dan acuan bagi guru bimbingan dan konseling dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling terkait permasalahan kecanduan gadget.