Abstract :
Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), penggunaan e-money mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Peningkatan penggunaan e-money menandakan masyarakat memiliki preferensi kuat dalam bertransaksi fintech dan e-commerce. Akan tetapi, hal ini berdampak pada penurunan permintaan uang di masyarakat dan jumlah uang beredar. Penggunaan e-money akan mempengaruhi jumlah uang beredar kemudian akan berpengaruh juga terhadap laju inflasi. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk menganalisis hubungan e-money dan inflasi terhadap jumlah uang beredar. Data yang digunakan pada penelitian ini ialah data sekunder berbentuk time series dari tahun 2012-2021. Data tersebut diperoleh dari Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik dan beberapa literatur terdahulu. Metode analisis menggunakan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel e-money berpengaruh positif signifikan terhadap variabel jumlah uang beredar dan variabel inflasi berpengaruh negative siginifikan terhadap jumlah uang beredar.