DETAIL DOCUMENT
Prarancangan Pabrik Furfural Dari Tongkol Jagung Dengan Kapasitas 10.000 Ton Per Tahun
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ahmad Dahlan
Author
ALFARID, MUHAMMAD ARSHAL
WD, ILHAM
Subject
QD Chemistry 
Datestamp
2025-01-16 06:38:48 
Abstract :
Pabrik furfural merupakan pabrik kimia yang mempunyai prospek bagus untuk didirikan, mengingat bahan baku yang digunakan adalah bahan alami. Pabrik direncanakan dibangun di kawasan industri Ungaran, Jawa tengah tanah seluas 15.016 m2 dengan kapasitas produksi 10.000 ton/tahun. Furfural banyak digunakan dalam industri kimia seperti bahan pembentuk resin cetak, sebagai senyawa intermediate pada pembuatan pyrole, pyrolidine, pyrilidine dan piperidine, sebagai bahan baku pembuatan senyawa furan yang lain seperti furfuryl alcohol, tetrahydrofuran dan furan resin, sebagai pelarut dalam industri pemurnian minyak pelumas, pemurnian minyak nabati dan hewani, resin dan wax. Pabrik ini akan dioperasikan selama 330 hari dengan total 165 karyawan. Bahan baku yang dibutuhkan adalah tongkol jagung sebanyak 58.788,6 ton/tahun dan air sebanyak 2.791.408,64 ton/tahun. Reaksi pembentukan furfural dari pentosan yang terkandung dalam tongkol jagung terjadi melalui proses hidrolisis dan dehidrasi fase heterogen (padat-cair). Reaksi berlangsung di dalam reaktor batch pada suhu 210 oC dan tekanan 18 atm dengan waktu 1 batch 3 jam dan menggunakan steam sebagai pemanas. Yield reaksi sebesar 80% terhadap pentosan. Produk yang dihasilkan adalah furfural dengan kadar furfural sebesar 98%. Tahapan proses meliputi persiapan bahan baku tongkol jagung dan air, pembentukan furfural di dalam reaktor, dan pemurnian produk. Pemurnian produk dilakukan di dalam menara distilasi. Furfural yang diperoleh adalah 9.900 ton/tahun. Unit pendukung proses pabrik meliputi unit pengadaan air, steam, udara tekan, tenaga listrik, bahan bakar. Pabrik juga didukung laboratorium yang mengontrol mutu bahan baku dan produk serta bahan buangan pabrik yang berupa limbah cair dan padat. Limbah cair yang berupa filtrat dan distilat yang diolah di dalam unit pengolahan limbah. Limbah padat yang berupa sisa hasil proses diolah menjadi arang briket untuk bahan bakar boiler. Bentuk perusahaan yang dipilih adalah Perseroan Terbatas (PT), dengan struktur organisasi line and staff. Sistem kerja karyawan berdasarkan pembagian jam kerja yang terdiri dari karyawan shift dan non-shift. Pabrik ini merupakan pabrik resiko tinggi. Hasil analisis ekonomi ROI (Return on Investment) sebelum dan sesudah pajak sebesar 33,69% dan 23,59%, POT (Pay Out Time) sebelum dan sesudah pajak selama 2 dan 2,98 tahun, BEP (Break-even Point) 49,91%, dan SDP (Shutdown Point) 33%. Sedangkan DCF (Discounted Cash Flow) sebesar 46,12%. Dari tinjauan ekonomi pabrik tersebut cukup menarik untuk dipertimbangkan pendiriannya di Indonesia. 
Institution Info

Universitas Ahmad Dahlan