DETAIL DOCUMENT
Hubungan Keakuratan Kode Diagnosis Chronic Kidney Disease dengan Persetujuan Klaim BPJS Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret Tahun 2021
Total View This Week0
Institusion
Universitas Duta Bangsa
Author
HESTIANA, HESTIANA
Subject
R Medicine (General) 
Datestamp
2022-10-13 07:39:47 
Abstract :
HESTIANA HUBUNGAN KEAKURATAN KODE DIAGNOSIS CHRONIC KIDNEY DISEASE DENGAN PERSETUJUAN KLAIM BPJS PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS SEBELAS MARET TAHUN 2021 Pengodean sangat penting untuk pengelolaan rekam medis dan pembiayaan kesehatan yang dapat memengaruhi pengelolaan rekam medis dan penentuan tarif pelayanan rumah sakit. Menurut penelitian Siswati dan Pratami (2015) hasil penelitian ketepatan pemberian kode diagnosis dan tindakan yaitu 47 (54,7persen) sedangkan ketidaktepatan sebanyak 39 (45,3persen). Persetujuan klaim BPJS diterima 35 (40,7persen) sedangkan ditolak 51 (59,3persen). Hasil uji statistik yaitu p = 0,0001 nilai p kurang lebih 0,05, artinya H0 ditolak dan H1 diterima sehingga ada hubungan antara ketepatan pemberian kode diagnosis dan tindakan terhadap persetujuan klaim BPJS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Keakuratan Kode Diagnosis Chronic Kidney Disease dengan Persetujuan Klaim BPJS Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret Tahun 2021. Jenis penelitian yaitu analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian 97 berkas pasien diagnosis CKD dengan teknik sampel jenuh. Instrumen penelitian yaitu Pedoman observasi, pedoman wawancara, ICD-10, check list dan SPSS. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Kode diagnosis CKD yang akurat sebanyak 93 dokumen (95,88persen) dan yang tidak akurat sebanyak 4 dokumen (4,12persen). Berkas klaim yang disetujui sebanyak 79 berkas (81,44persen) dan berkas klaim tidak disetujui sebanyak 18 berkas (18,56persen). Hasil uji chi square didapatkan nilai p 0,0001 sehingga nilai pkurang lebih0,05 dan nilai odd ratio 6,643. Kesimpulannya adalah H0 ditolak dan H1 diterima, artinya terdapat hubungan yang signifikan antara keakuratan kode diagnosis CKD dengan persetujuan klaim BPJS di Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret tahun 2021, serta setiap keakuratan kode diagnosis CKD meningkatkan peluang klaim disetujui 6,643 kali lebih besar dibandingkan kode diagnosis CKD yang tidak akurat. Sebaiknya Rumah Sakit UNS meningkatkan kinerja dengan melakukan pelatihan, pengawasan dan evaluasi secara berkala dalam melengkapi berkas persyaratan pengajuan klaim BPJS. Sebaiknya coder lebih banyak mengikuti pelatihan koding untuk meminimalkan kesalahan kode, yang juga berdampak pada pembiayaan kesehatan. 
Institution Info

Universitas Duta Bangsa