DETAIL DOCUMENT
Analisis Kuantitatif Kelengkapan Dokumen Rekam Medis Rawat Inap Pada Kasus Bronchopneumonia, unspecified Di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta Tahun 2020
Total View This Week0
Institusion
Universitas Duta Bangsa
Author
WULANDARI, EXSI
Subject
R Medicine (General) 
Datestamp
2022-10-14 03:41:27 
Abstract :
Analisis Kuantitatif Kelengkapan Dokumen Rekam Medis Rawat Inap Pada Kasus Bronchopneumonia, unspecified di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta Tahun 2020 Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta merupakan rumah sakit umum tipe B milik persyarikatan Muhammadiyah. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan pada dokumen rekam medis pasien rawat inap kasus Bronchopneumonia, unspecified tahun 2020 terdapat kelengkapan sebanyak 80 % sedangkan ketidaklengkapan sebanyak 20 %. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Analisis Kuantitatif Kelengkapan Dokumen Rekam Medis Rawat Inap Pada Penyakit Bronchopneumonia, unspecified di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta Tahun 2020. Jenis penelitian ini menggunakan survei deskriptif, dengan metode observasi dan wawancara, pendekatan secara retrospective dengan populasi sebanyak 997 dokumen rekam medis kasus Bronchopneumonia, unspecified tahun 2020 dengan sampel 91 dokumen. Identifikasi variabel meliputi dokumen rekam medis Bronchopneumonia, unspecified, review identifikasi, review autentifikasi, review pelaporan, review pencatatan, dan faktor ketidaklengkapan dokumen rekam medis. Instrumen penelitian memakai alat bantu checklist dan pengumpulan datanya yaitu data primer dan sekunder dengan penyajian data dalam bentuk uraian, tabel. Hasil penelitian diketahui bahwa pada review identifikasi memiliki kelengkapan tertinggi sebanyak 75 formulir dengan prosentasi 84,41 % sedangkan ketidaklengkapan sebanyak 16 formulir dengan prosentase 17,57 %, pada review pelaporan kelengkapan tertinggi sebanyak 79 formulir dengan prosentase 86,61 % sedangkan ketidaklengkapan sebanyak 12 formulir dengan prosentase 13,19 %, pada review autentifikasi kelengkapan tertinggi sebanyak 82 formulir dengan prosentase 90,11 % sedangkan ketidaklengkapan sebanyak 9,89 %, pada review pencatatan kelengkapan tertinggi sebanyak 75 formulir dengan prosentasi 84,41 % sedangkan ketidaklengkapan sebanyak 16 formulir dengan prosentase 17,57 %. Peneliti menyarankan bahwa ketidaklengkapan masih sering terjadi hal ini harus diperhatikan oleh petugas yang bersangkutan pada saat pengisian formulir rekam medis, perlu melakukan sosialisasi dan evaluasi melalui rapat untuk meningkatkan kerjasama antar petugas medis dan non medis terkait kelengkapan dokumen rekam medis, serta pelatihan untuk petugas. 
Institution Info

Universitas Duta Bangsa