DETAIL DOCUMENT
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L.) DAN BUNGA CENGKEH (Syzygium aromaticum) TERHADAP Staphylococcus aureus.
Total View This Week0
Institusion
Universitas Duta Bangsa
Author
SALSABILLA, NASYA BELLA
Subject
RS Pharmacy and materia medica 
Datestamp
2022-10-20 02:22:47 
Abstract :
Penyakit infeksi merupakan penyakit yang masih berkembang, salah satu penyebabnya adalah bakteri Staphylococcus aureus yang hidup sebagai saprofit dalam saluran membran tubuh manusia, kelenjar keringat, saluran usus dan permukaan kulit. Pengobatan penyakit infeksi dapat diberikan antibiotik, namun penggunaan antibiotik yang tidak tepat dan dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan terjadinya resistensi. Perlu adanya alternatif pengobatan yang lebih efektif dan aman, yaitu dengan memanfaatkan bahan alam. Bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) dan bunga cengkeh (Syzygium aromaticum) merupakan tanaman yang sering dimanfaatkan sebagai obat, salah satunya sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak etanol bunga rosella dan bunga cengkeh, serta kombinasi mana yang memiliki zona hambat terbesar terhadap bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923. Ekstrak etanol bunga rosella dan bunga cengkeh diperoleh dengan proses maserasi menggunakan pelarut etanol 96% selama 5 hari, lalu diuapkan dengan rotary evaporator sampai terbentuk ekstrak kental. Uji pendahuluan aktivitas antibakteri dilakukan dengan ekstrak tunggal bunga rosella dan bunga cengkeh pada konsentrasi 50%, 25%, 12,5% dan 6,25% menggunakan metode difusi cakram. Kontrol positif yang digunakan yakni disk kloramfenikol dan kontrol negatifnya DMSO 10%. Lalu dilanjutkan ke uji aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak bunga rosella dan bunga cengkeh dengan konsentrasi 6,25% menggunakan variasi 1:1, 1:2, 2:1, 1:3 dan 3:1. Hasilnya seluruh variasi kombinasi ekstrak memiliki zona hambat yang lebih besar daripada ekstrak tunggal pada konsentrasi yang sama. Kombinasi ekstrak yang memiliki zona hambat terbesar terhadap Staphylococcus aureus ATCC 2523 yakni 1:3 dengan zona hambat rata-rata sebesar 16,13 mm. 
Institution Info

Universitas Duta Bangsa