Abstract :
Radikal bebas adalah atom, molekul atau senyawa yang dapat berdiri sendiri yang
mempunyai elektron tidak berpasangan. Antioksidan adalah senyawa kimia yang
dapat menyumbangkan satu atau lebih elektron kepada radikal bebas, sehingga
radikal bebas tersebut dapat diredam. Salah satu tanaman penghasil antioksidan
alami adalah bakau kurap (Rhizophora stylosa Griff.). Pengujian aktivitas
antioksidan dilakukan dengan metode ABTS. Dikarenakan ABTS mempunyai
kelebihan dapat digunakan di sistem larutan berbasis air maupun organik. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder dari
ekstrak daun bakau kurap (Rhizophora stylosa Griff.), menguji aktivitas antioksidan
dari ekstrak etanol, fraksi dan isolat daun bakau kurap (Rhizophora stylosa Griff.)
dengan metode ABTS serta mengidentifikasi senyawa aktif yang bertanggung
jawab dalam aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol daun bakau kurap
(Rhizophora stylosa Griff.) menggunakan alat spektrofotometer Inframerah dan
Resonansi Magnetik Inti (NMR). Uji skrining fitokimia diperoleh hasil bahwa
ekstrak etanol daun bakau kurap (Rhizophora stylosa Griff.) mengandung senyawa
metabolit sekunder yaitu senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, terpenoid, dan tanin.
Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun bakau kurap memiliki nilai IC50
24,003 ppm, fraksi n-heksana 86,575 ppm, fraksi etanol air 46,619 ppm dan fraksi
etil asetat 17,934 ppm. Hasil uji aktivitas antioksidan pada isolat memiliki nilai IC50
pada isolat ? 5,113 ppm, isolat a 5,898 ppm, isolat b 4,881 ppm, isolat c 5,380 ppm,
dan isolat d 5,894 ppm. Hasil identifikasi senyawa isolat b dari daun bakau kurap
(Rhizophora stylosa Griff.) adalah senyawa kuersetin.