Abstract :
Latar Belakang: Diare hingga saat ini masih merupakan salah satu
penyebab utama kesakitan dan kematian hampir di seluruh daerah geografis di dunia dan semua kelompok usia bisa diserang oleh diare, tetapi penyakit berat dengan kematian yang tinggi terutama terjadi pada bayi dan balita.Berdasarkan pra survei di RSUD Dr. R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga pada tahun 2013 bayi dengan diare berjumlah 203 kasus, jumlah kematian yaitu 7 kasus, meningkat pada tahun 2014 yaitu berjumlah 208 kasus dengan jumlah kematian 6 kasus
sedangkan tahun 2015 terjadi peningkatan lagi yaitu berjumlah 201 kasus dengan jumlah kematian 1 kasus (0,13%). Angka kejadian bayi dengan diare di RSUD Dr. R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga mengalami peningkatan dari tahun 2013 sampai dengan 2015.
Hasil: Setelah dilakukan asuhan kebidanan selama 4 hari didapatkan hasil
bahwa keadaan bayi menjadi lebih baik. By.A dengan kasus diare dehidrasi
sedang menunjukan perkembangan yang positif yaitu bayinya sudah BAB 3 kali, konsistensi lunak dan berwarna kuning, bayi sudah tidak rewel.
Pembahasan: Pada kasus ini kemungkinan gangguan pola nutrisi pada
pemberian susu formula merupakan penyebab terjadinya diare dengan dehidrasi sedang. Dalam mengatasi kasus diare dehidrasi sedang yang terjadi pada By.A dilakukan dengan pemberian cairan dan elektrolit serta kebutuhan nutrisi selain itu memberikan diet makanan sesuai kebutuhan.
Simpulan: Asuhan kebidanan yang menyeluruh sudah dilakukan sesuai
dengan kebutuhan pasien. Dari hasil tersebut dalam tahap pengkajian ditemukan kesenjangan pada pemeriksaan penunjang.Pemeriksaan feses tidak dilakukan di lahan praktik sedangkan teori ada pemeriksaan feses.