Abstract :
Latar Belakang Penelitian : Perdarahan masuk ke 5 besar penyebab utama Angka Kematian Ibu di Jawa Tengah dimana salah satu penyebab perdarahan pada masa kehamilan adalah abortus. Penanganan abortus harus dilakukan di fasilitas kesehatan yang memenuhi standar penatalaksanaan untuk kasus tersebut, salah satunya yaitu rumah sakit. Kewenangan bidan dalam penanganan kasus abortus incompletus adalah untuk memberikan pelayanan kesehatan ibu pada masa kehamilan termasuk penanganan kasus kegawatdaruratan dan dilanjutkan dengan rujukan. RSUD Cilacap tercatat kejadian abortus data tahun 2015 sebanyak 287 kasus, kejadian abortus inkomplit (73,6%).
Hasil: Setelah dilakukan asuhan kebidanan selama 6 hari pada Ny. H umur 40 tahun dengan kasus abortus didapatkan hasil setelah dilakukan standar operasional prosedur keadaan ibu membaik dan tidak terjadi komplikasi.
Pembahasan : Pada kasus Ny.H ditemukan adanya kesenjangan antara lahan dan teori, yaitu pada pemeriksaan palpasi abdomen. Pada Ny. H dilakukan observasi yang intensif untuk mencegah terjadinya perdarahan.
Simpulan: Asuhan yang menyeluruh sudah dilakukan sesuai dengan kebutuhan pasien dan terdapat kesenjangan antara lahan dan teori pada langkah pengkajian data objektif yaitu pada pemeriksaan palpasi abdomen.