Abstract :
Latar belakang : Berdasarkan data dari badan koordinasi keluarga berencana nasional (BKKBN) tahun 2015 jumlah pus diindonesia sebanyak 47.659.980 orang dan peserta KB aktif sebesar 35. 790.096 orang. Di puskesmas purwanegara 1 kabupaten banjarnegara mengalami kenaikan, akseptor baru KB implant tahun 2014 yaitu 576 akseptor (7.87%) dan pada tahun 2015 yaitu 627 akseptor (11,45%). Tujuan studi kasus ini yaitu mampu melaksanakan asuhan kebidanan pada akseptor
baru KB implant Ny M. secara garis besar metode yang digunakan asuhan kebidanan meliputi : anamnesa (wawancara), pemeriksaan fisik secara lengkap (head to toe), pemeriksaan penunjang, dokumentasi, observasi.
Hasil dan Pembahasan : Pada kasus tersebut, penulis Telah asuhan memberikan asuhan yang komprehensif sesuai kebutuhan dan kondisi pasien. Dalam pemberian asuhan tidak terdapat kesenjangan antara teori dan lahan praktek.
kesimpulan : setelah peneliti melaksanakan asuhan kebidanan sesuai metode penelitian tidak terdapatkan kesenjangan antara teori dan lahan.