Abstract :
Latar Belakang: Kejadian asfiksia atau gagal nafas pada bayi baru lahir dapat menyebabkan suplai oksigen ke tubuh menjadi terhambat, jika terlalu lama dapat membuat bayi koma, walaupun sadar tetap mengalami cacat otak. Selain cacat otak juga perdarahan otak, kerusakan otak kemudian keterlambatan tumbuh kembang. Upaya yang dilakukan untuk penanganan asfiksia diantaranya resusitasi. Angka kejadian asfiksia di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga pada tahun 2015 yaitu 112/284 kelahiran mati (29,17%). Tujuan dilakukan penelitian ini agar mampu melaksanakan asuhan kebidanan pada Bayi Baru Lahir Ny. M dengan asfiksia neonatorum menggunakan manajemen kebidanan 7 langkah varney secara komprehensif. Pelaksanaan dalam memberikan
asuhan kebidanan dilakukan selama 4 hari.
Hasil : Setelah dilakukan asuhan kebidanan pada Bayi Ny. M selama 4 hari
didapatkan hasil bahwa keadaan bayi sudah membaik, nafas bayi normal, warna kulit kemerahan dan bayi sudah sehat.
Pembahasan: Pada kasus asfiksia ditangani dengan tindakan langkah awal
resusitasi untuk mencegah terjadinya komplikasi pada bayi diantaranya yaitu koma.
Simpulan: Asuhan kebidanan bayi baru lahir Ny. M umur 0 Jam dengan asfiksia neonatorum, penulis menemukan adanya kesenjangan pada asuhan yang di berikan yaitu pemberian PASI pada teori menyatakan bayi dengan asfiksia sebaiknya hanya diberikan ASI tetapi lahan juga memberikan PASI.