Abstract :
Gagal jantung merupakan masalah kesehatan yang utama pada
beberapa negara berkembang. Prevalensi kematian akibat gagal jantung
semakin meningkat setiap tahunya berdasarkan data American Heart
Association (AHA) pada tahun 2014 dilaporkan sebanyak 5,2 juta
penduduk Amerika Serikat menderita penyakit gagal jantung. Di Indonesia
sekitar 4,3 juta jiwa mengalami penyakit gagal jantung dan 500.000
diantaranya merupakan kasus baru yang telah didiagnosis setiap tahunya.
Pada tahun 2030 World Health Organitation (WHO) memperkirakan
peningkatan penderita gagal jantung mencapai 23 juta jiwa di dunia
(Effendi, 2015).
Di Perkiraaan sebanyak 17,3 juta kematian disebabkan oleh
penyakit kardiovaskuler, salah satunya adalah gagal jantung. Berdasarkan
data Departemen Kesehatan Republik Indonesia tahun 2015, lebih dari 3
juta kematian akibat gagal jantung terjadi pada usia lanjut (Kemenkes RI,
2013). Pola hidup yang tidak sehat, pertambahan usia dan penanganan
yang kurang adekuat merupakan faktor utama penyebab meningkatnya
angka kejadian penyakit gagal jantung di Indonesia (Ismoyo dalam Vani,
2011).