Abstract :
Keadaan gizi kurang (KEK) terjadi karena tubuh kekurangan satu atau beberapa jenis zat gizi yang dibutuhkan. Beberapa hal yang dapat menyebabkan tubuh kekurangan zat gizi antara lain: jumlah zat gizi yang dikonsumsi kurang, mutu rendah atau keduanya. Ibu hamil yang mengalami kurang energi kronik (KEK) cenderung melahirkan bayi BBLR dan mempunyai risiko kematian yang lebih besar.
Tujuan penelitian adalah ingin mengetahui faktor- faktor terjadinya Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil di Puskesmas Banyumas.
Metode Penelitian ini merupakan jenis penelitian dengan menggunakan kohort retrospektif dengan sampel penelitian 80 responden.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara keteraturan pemeriksaan ANC dengan kejadian KEK (p=0.3) dan ANC merupakan faktor proteksi terjadinya KEK (RR=0.5), tidak ada hubungan antara usia dengan kejadian KEK (p=0.2) dan usia bukan merupakan faktor resiko terjadinya KEK (RR=1.4), tidak ada hubungan antara pendidikan dengan kejadian KEK (p=1.00) dan pendidikan bukan merupakan faktor resiko terjadinya KEK (RR=1.0), tidak ada hubungan antara pekerjaan dengan kejadian KEK (p=0.14) dan pekerjaan bukan merupakan faktor resiko terjadinya KEK (RR=1.5), ada hubungan antara pendapatan dengan kejadian KEK (p=0.001) dan pendapatan merupakan faktor resiko terjadinya KEK (RR=2.4),dan tidak ada hubungan antara penyakit dengan kejadian KEK (p=0.3) penyakit bukan merupakan faktor resiko terjadinya KEK (RR=1.5).
Kesimpulan penelitian ini adalah pendapatan merupakan faktor risiko KEK, pemeriksaan ANC merupakan faktor protektif KEK. Pendapatan merupakan variabel yang paling besar pengaruhnya terhadap variabel KEK.