Abstract :
Latar belakang penelitian : Preeklampsia berat merupakan salah satu angka penyebab kematian Ibu yang masih tinggi baik di dunia, di Indonesia, di Jawa Tengah maupun di RSUD Ajibarang. Komplikasi yang dapat terjadi pada ibu yaitu perdarahan intrakranial, gagal ginjal dan trombositopenia, sedangkan pada janin yaitu Intrauterine Fetal Growth Restriction (IUGR), solusio plasenta, prematuritas, asfiksia. RSUD Ajibarang mengalami peningkatan angka kejadian PEB yaitu sebesar
4,68%. Pentingnya asuhan kebidanan ini diberikan yaitu untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia.
Pembahasan : Pada Ny. D umur 36 tahun G2P1A0Ah1 umur
kehamilan 35 minggu 3 hari dengan PEB dilakukan penanganan dengan memberikan terapi antikonvulsan dan terminasi serta dilakukan obsevasi sampai dengan kala IV.
Simpulan dan saran : Setelah dilakukan pendokumentasian dengan 7
langkah varney ditemukan kesenjangan antara lahan dan teori yaitu pada waktu pemeberian dosis awal MgSO4 dan penanganan kehamilan dengan PEB dengan tindakan terminasi kehamilan. RSUD Ajibarang diharapkan dapat lebih meningkatkan kualitas yang diberikan di rumah sakit kepada ibu bersalin dengan preeklampsia berat.