Abstract :
Defisien volume cairan adalah penurunan cairan intravaskular, interstisial, dan/atau intraselular. Ini mengacu pada dehidrasi, kehilangan cairan saja tanpa perubahan kadar natrium (Herdman,2018). Defisien volume cairan merupakan penyebab langsung kematian diare, terutama pada bayi, dan anak kecil (Faure 2013 dalam Hartati 2018). Menurut data World Health Organization (WHO,2013), diare dapat menyebabkan kekurangan volume cairan dan merupakan penyakit yang berbasis lingkungan dan terjadi hampir diseluruh daerah geografis di dunia. Setiap tahunnya ada sekitar 1,7 miliar kasus diare dengan angka kematian 760.000 anak dibawah 5 tahun. Anak-anak usia dibawah 3 tahun terutama di negara berkembang rata-rata mengalami 3 episode diare pertahun. Metodologi: karya tulis ilmiah ini disusun menggunakan metode penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus menggunakan pendekatan asuhan keperawatan. Hasil: implementasi yang dilakukan salah satunya adalah pemberian oralit diperoleh hasil BAB dari 4 sampai 5 kali dalam sehari menjadi 1kali dalam sehari dan BAB yang cair menjadi berampas. Diskusi: pemberian oralit dapat mengurangi frekuensi, pemberian oralit dapat digunakan untuk meningkatkan keseimbangan elektrolit dan pencegahan komplikasi akibat kadar cairan yang tidak normal. Oralit sendiri diberikan untuk mengganti cairan dan elektrolit dalam tubuh yang hilang karena diare, dari tanda-tanda dehidrasi saat hari terakhir, dehidrasi berkurang.