DETAIL DOCUMENT
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Nn. T DENGAN POST APPENDECTOMY HARI KE – 0 DI RUANG DAHLIA RSUD dr. R GOETENG TAROENADIBRATA PURBALINGGA
Total View This Week0
Institusion
Universitas Harapan Bangsa
Author
Setyarini, Wahyu Dwi
Subject
Keperawatan 
Datestamp
2022-09-21 03:09:08 
Abstract :
Apendiks merupakan perluasan sekum yang rata ? rata panjangnya adalah 10 cm. Secara fisiologi apendiks menghasilkan lendir 1-2 ml per hari. Lendir tersebut normalnya dicurahan ke lumen dan selanjutnya mengalir ke sekum (Katz, 2009). Apendiks berisi makanan dan mengkosongkan diri secara teratur ke dalam sekum. Karena pengosongannya tidak efektif dan lumennya kecil, apendiks cenderung tersumbat dan rentan terhadap infeksi (Muttaqin & Sari, 2013). Infeksi yang menyerang apendiks dinamakan appendicitis, yaitu merupakan inflamasi di apendiks yang dapat terjadi tanpa penyebab yang jelas, setelah adanya obstruksi apendiks oleh feses atau akibat terpuntirnya apendiks atau pembuluh darahnya. Appendicitis yang sering dikenal oleh masyarakat awam dengan istilah usus buntu adalah peradangan dari apendiks ferimormis, dan merupakan masalah yang paling sering terjadi pada abdomen. (Sujono, 2010). Menurut Juliansyah (2008, dalam Yusuf dkk, 2013) WHO memperkirakan insiden appendicitis di dunia pada tahun 2007 mencapai 7% dari keseluruhan jumlah penduduk di dunia. Di Indonesia sendiri insiden appendicitis menempati urutan tertinggi diantara kasus kegawatan abdomen lainnya. Survey di 12 provinsi di Indonesia tahun 2008 menunjukan jumlah appendicitis yang dirawat di rumah sakit sebanyak 3.251 kasus. Jumlah ini meningkat drastis dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu sebanyak 1.236 orang. 
Institution Info

Universitas Harapan Bangsa