Abstract :
Latar belakang : Bayi baru lahir harus dapat melakukan penyesuaian diri dari kehidupan intrauterine ke kehidupan ekstrauterin. Bayi memerlukan pemantauan ketat untuk menentukan masa transisi kehidupannya ke kehidupan luar uterus agar dapat berlangsung dengan baik. Pada adaptasi termoregulasi bayi baru lahir, mekanisme pengaturan temperatur tubuh belum berfungsi sempurna. Oleh karena itu jika tidak segera dilakukan upaya pencegahan kehilangan panas tubuh, maka bayi baru lahir akan mengalami hipotermi. Dampak hipotermia pada bayi dapat menimbulkan hipoksia, glikemi, asidosis metabolik, syok, bahkan kematian. Sedangkan hipertermia dapat menyebabkan apnea, dehidrasi, asidosis metabolik, syok, kerusakan otak atau kematian.
Pembahasan : Setelah dilakukan pengkajian, interpretasi data, identifikasi diagnosa dan masalah potensial, identifikasi kebutuhan akan tindakan segera didapatkan kesenjangan antara lahan dan teori sedangkan pada perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi tidak terdapat kesenjangan antara teori dan lahan. Pengkajian, ibu hamil dengan umur 18 tahun akan berpengaruh pada kondisi ibu dan janin serta memungkinkan terjadinya penyulit pada waktu persalinan dan beberapa resiko seperti BBLR, kalainan bawaan, keracunan bahkan kematian. komplikasi yang terjadi pada induksi adalah kontraksi yang hipertonik (hiperstimulasi), gawat janin. Interpretasi data, pada masalah komplikasi yang mungkin terjadi pada induksi yaitu gawat janin yang berpotensi asfiksia. Identifikasi diagnosa dan masalah potensial berpotensi asfiksia sedang, berat bahkan apneu. Identifikasi kebutuhan akan tindakan segera tersebut yaitu melakukan resusitasi.
Simpulan dan saran : Bayi yang lahir normal dari ibu umur 18 tahun terjadi karena pemenuhan gizi yang baik yaitu kenaikan berat badan ibu 11,5 kg. Saran yang diberikan yaitu RSUD Ajibarang, pasien , peneliti selanjutnya, dan STIKES harapan bangsa purwokerto.