Abstract :
Tuberkulosis paru merupakan salah satu penyakit menular melalui udara yang dapat menyerang semua usia. Di Indonesia TB paru merupakan penyakit dengan jumlah penderita terbanyak keempat. Berdasarkan laporan kasus tahunan TB di dunia yaitu 9 juta orang terinfeksi dan 1,4 juta orang meninggal akibat penyakit tuberkulosis. Keberhasilan pengobatan sangat tergantung dari tingkat kepatuhan berobat.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pengobatan tuberkulosis paru pada anak di balai pengobatan penyakit paru-paru (BP4) Purwokerto.
Penelitian yang dilakukan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan crossectional yang dilakukan pada bulan Juli- Agustus 2016. Pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah reponden 34 orang. Uji statistik yang digunakan menggunakan Spearman Rank.
Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan bermakna antara status gizi dengan kepatuhan pengobatan (a= 0,05 ; p-value= 0,00), ada hubungan yang bermakna antara faktor terapi dengan kepatuhan pengobatan (a = 0,05; p-value= 0,00), ada hubungan yang bermakna antara kepuasan pelayanan dengan kepatuhan pengobatan (a =0,05; p-value= 0,00), ada hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pengobatan (a = 0,05; p-value= 0.00) dan ada hubungan yang bermakna antara faktor sosial ekonomi dengan kepatuhan pemgobatan (a = 0,05; p-value=0,00). Oleh karena itu disimpulkan bahwa faktor status gizi, faktor terapi, faktor kepuasan pelayanan, faktor dukungan keluarga, dan faktor sosial ekonomi dapat mempengaruhi kepaatuhan pengbatan tuberkulosis paru pada anak.