Abstract :
Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang menjadi klien (penerima) asuhan keperawatan (Efendi & Makhfudli, 2009). Perawat dapat menjangkau masyarakat hanya melalui keluarga. Kesehatan masyarakat dapat
ditingkatkan terutama melalui peningkatan kesehatan keluarga (Ali, 2010). Keluarga dijadikan sebagai unit pelayanan karena masalah kesehatan keluarga
saling berkaitan dan saling mempengaruhi pula keluarga-keluarga yang ada di sekitarnya (Harnilawati, 2013).
Keluarga sebagai salah satu faktor timbulnya suatu penyakit yang dapat diturunkan melalui faktor genetik, maka dalam masalah kesehatan cenderung mengalami pergeseran pola penyakit dari penyakit menular menjadi penyakit
tidak menular. Penyakit menular meliputi AIDS, campak, pneumonia, dan lainlain (Depkes RI, 2008). Pneumonia merupakan sebagian besar penyebab kematian yang cukup tinggi pada penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut
(ISPA) (Trisnawati & Juwarni, 2012).
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan gangguan kesehatan yang sering menyerang balita yang disebabkan mikroorganisme, seperti Streptococcus, Haemophilus influenza, dan lain-lain yang menyerang saluran
pernapasan bagian atas (Pandi & Wirakusumah, 2012). Menurut Prabu (2009), faktor-faktor yang bisa menjadi penyebab penyakit ISPA yaitu faktor lingkungan : pencemaran udara dalam rumah, ventilasi rumah, dan kepadatan
hunian, faktor individu anak : umur anak, berat badan lahir, status gizi, vitamin A, dan status imunisasi, serta faktor perilaku. Karena itu, orangtua diharapkan
untuk tidak merokok di dalam rumah dan perlu memperhatikan ventilasi rumah untuk sirkulasi udara kotor seperti dari asap rokok atau asap obat nyamuk
(Trisnawati & Juwarni, 2012).