Abstract :
Penyakit demam typhoid merupakan penyakit infeksi pada usus halus yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi (Siba, 2012). Salmonella typhi mempunyai beberapa macam antigen yaitu antigen O (somatik, terdiri dari zat kompleks lipopolisakarida yang disebut endotoksin), antigen H (flagella), antigen Vi dan Outer Membrane Proteins (Nasrudin, dkk, 2007).
Penyakit demam typhoid mempunyai tanda-tanda yang khas berupa
perjalanan yang cepat dan berlangsung kurang lebih 3 minggu. Hal ini terjadi karena adanya endotoksin dari bakteri yang masuk secara oral melalui makanan yang terkontaminasi (Djoko, 2010). Endotoksin dapat merangsang produksi sitokin. Produksi sitokin menyebabkan gejala-gejala sistemik, antara lain demam, muntah, sakit kepala, anoreksia, diare, dan konstipasi. Demam merupakan gejala sistemik yang paling sering muncul pada kasus demam typhoid (Dimitrov, dkk,
2007).
Demam typhoid sangat erat kaitannya dengan kualitas kebersihan pribadi dan sanitasi lingkungan seperti lingkungan kumuh, kebersihan tempat-tempat umum yang kurang bersih, serta perilaku masyarakat yang tidak mendukung untuk hidup sehat (Siba, 2012).