Abstract :
Latar belakang penelitian: Asfiksia merupakan penyebab kematian nomer 2 setelah BBLR. Faktor penyebab asfiksia usia, paritas, penyakit yang diderita ibu, faktor uterus, faktor plasenta, dan faktor persalinan. Kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Ajibarang pada tahun 2013 sebanyak 61 kasus bayi dengan ganguan nafas/asfiksia sedangkan pada tahun 2014 yang ditemukan hanya pada bulan April-Oktober sebanyak 13 kasus. Dan terdapat satu kasus kematian bayi baru lahir di ruang perinatolagi pada bulan November dengan kasus asfiksia
Pembahasan: Pada pengkajian, untuk melaksanakan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir patologi Bayi. Ny. S umur 0 jam dengan asfiksia sedang di RSUD Ajibarang tahun 2015 melalui manajemen kebidanan 7 langkah varney. Terdapat kesenjangan antara teori dan lahan saat melakukan tindakan resusitasi.
Simpulan dan saran: Peneliti menemukan ada kesenjangan antara teori dan lahan peraktek saat melakukan tindakan resusitasi pada bayi. Bagi bidan diharapakan selalu menggunakan metode asuhan kebidanan yang susuai dengan teori agar klien mendapatkan playanan yang optimal dan berkualitas. Bagi peneliti selanjutnya sebaikanya menggunakan waktu yang lebih panjang agar asuhan yang direncanakan dapat terlaksana dengan baik.