Institusion
Universitas Harapan Bangsa
Author
Alvianingrum, Alvianingrum
Subject
Keperawatan
Datestamp
2022-09-12 04:31:03
Abstract :
Latar belakang: Rheumatoid arthritis merupakan gangguan fungsi sendi yang dapat ditangani dengan terapi farmakologis maupun non- farmakologis.Salah satu terapi non-farmakologis yang dapat dilakukan yaitu kombinasi kompres jahe dan relaksasi nafas dalam, dimana didalam jahe terdapat kandungan gingerol yang dapat menurunkan nyeri. Kemudian untuk relaksasi nafas dalam dapat mengendalikan nyeri dengan meminimalkan aktivitas simpatik dalam sistem saraf otonom.
Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pemberian kompres jahe dan relaksasi nafas dalam terhadap intensitas nyeri rheumatoid arthritis pada lansia di Puskesmas Kembaran II.
Metode:Jenis penelitian yang digunakan adalah praeksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Responden dalam penelitian ini sebanyak 30 lansia. Data diambil dengan mengukur skala nyeri menggunakan skala nyeri Numerical Rating Scales sebelum dan sesudah kombinasi kompres jahe dan relaksasi nafas dalam. Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Tes.
Hasil:Distribusi lansia berdasarkan usia sebagian besar berusia <75 tahun yaitu sebanyak 15 responden (50%). Distribusi lansia berdasarkan jenis kelamin sebagian besar adalah perempuan yaitu sebanyak 16 responden (53,3%). Hasil uji Wilcoxon Signed ranks test menunjukkan bahwa nilai p value 0,000 (<0.05), artinya terdapat pengaruh kombinasi pemberian kompres jahe dan relaksasi nafas dalam terhadap intensitas nyeri rheumatoid arthritis pada lansia di Puskesmas Kembaran II.
Kesimpulan: Ada pengaruh kombinasi pemberian kompres jahe dan relaksasi nafas dalam terhadap intensitas nyeri rheumatoid arthritis.