Abstract :
Latar belakang: Asuhan Kebidanan Abortus Imminens sangat penting dilakukan supaya tidak berlanjut menjadi Abortus Incipiens yang membahayakan janin.
Hasil studi pendahuluan dilakukan di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata
Purbalingga pada tahun 2014, terdapat kehamilan ektopik 0,21%, mola 0,29%, abortus incomplit 1,89%, abortus imminens 1,26, dan abortus imminens berada pada peringkat terbanyak kedua.
Pembahasan: Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Ny.N Umur 31 Tahun
G3P1A1AH1 Umur Kehamilan 17 Minggu 5 Hari dengan Abortus Imminens di
Ruang VK dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalinga Tahun 2015 dilakukan
pemeriksaan asuhan kebidanan sesuai kebutuhan ibu, terdapat kesenjangan pada pelaksanaan penanganan abortus imminens dalam terapi pemberian obat.
Simpulan, saran: Pada pengkajian, interpretasi data, identifikasi diagnosa
potensial, antisipasi dan tindakan segera, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang penulis lakukan pada Ny.N Umur 31 tahun G3P1A1AH1, ditemukan kesenjangan antara lahan dan teori. Penulis menyarankan kepada tenaga kesehatan di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata untuk mempertahankan mutu pelayanan kesehatan dalam melaksanakan asuhan kebidanan.