Abstract :
Latar belakang penelitian : Angka kejadian Bayi Berat Lahir Rendah
(BBLR) di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga pada tahun 2012
yaitu sebanyak 58/241 kelahiran bayi resiko tinggi (24,06%) mengalami
penurunan dibandingkan dengan tahun 2013 yaitu 78/365 kelahiran bayi resiko tinggi (21,36%). Pada tahun 2014 angka kejadian BBLR juga mengalami kenaikan yaitu sebanyak 119/460 kelahiran bayi resiko tinggi (25,86%). Sasaran dari Asuhan Kebidanan ini adalah bayi umur 3 jam. Angka kejadian BBLR di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga mengalami peningkatan pada tahun 2014 sehingga penulis tertarik memberikan asuhan kebidanan bayi baru lahir dengan BBLR dengan metode 7 langkah Varney.
Pembahasan : Ada kesenjangan antara teori dan lahan pada langkah VI
yaitu pelaksanaan, yaitu pada lahan pemeriksaan anus dengan colok anus,
pemberian nutrisi dengan menggunakan dot, dan perawatan tali pusat dibungkus dengan kassa steril. Sedangkan pada teori untuk pemeriksaan anus untuk mengetahui ada tidaknya atresia dengan menunggu keluarnya mekonium pada 12 jam pertama, pemberian nutrisi dengan sendok dan perawatan tali pusat tidak dibungkus kassa steril.
Simpulan dan saran : Setelah dilakukan pendokumentasian dengan 7
langkah Varney ditemukan kesenjangan antara teori dan lahan yaitu pada
pelaksanaan. Diharapkan RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga dapat mempertahankan dan meningkatkan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan BBLR, khususnya pada pelaksanaan sesuai dengan teori terbaru.