Abstract :
Latar Belakang Penelitian : Di Indonesia tahun 2012, angka kematian
ibu (yang berkaitan dengan kehamilan, persalinan, dan nifas) sebesar 359
per100.000 kelahiran hidup. Hasil studi pendahuluan di RSUD Margono
Soekardjo Purwokerto selama kurun waktu 1 tahun (1 Januari-31 Desember 2014) didapatkan hasil kejadian abortus imminens sebanyak 22,88%, abortus inkomplit sebanyak 68,96%, dan abortus komplit sebanyak 8,15%, ini menunjukkan bahwa kejadian abortus inkomplit merupakan angka kejadian tertinggi dalam kategori abortus.
Pembahasan : Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, Ny. R
mengalami abortus inkomplit dengan tanda-tanda keluar darah dari jalan lahir berwarna merah kehitaman, ada gumpalan dan perut bagian bawah terasa nyeri.
Pada Ny. R muncul diagnosa potensial yaitu anemia sedang dan setelah dilakukan asuhan 3 hari anemia sedang sudah teratasi, Ny. R sudah tidak merasa lemas, KU baik dan kebutuhan nutrisi sudah tercukupi.
Simpulan, saran : Dari asuhan kebidanan yang telah diberikan peneliti
menemukan adanya kesenjangan antara teori dan lahan pada langkah VI. Adapun saran peneliti yang dapat dikemukakan yaitu diharapkan menambah pengetahuan tentang abortus inkomplit dan melukan asuhan sesuai dengan teori dan prosedur yang ada. Serta perlu dilakukan observasi lebih lama untuk pemantauan Hb dan nutrisi pada ibu.