Abstract :
PENGARUH KONSELING GIZI PRAKONSEPSI DENGAN MEDIA
VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN
DAN SIKAP WANITA PRANIKAH
DI PUSKESMAS WERI DINAS KESEHATAN KABUPATEN FAKFAK
ABSTRAK
Lili Iskaryanti
Masa pranikah dapat dikaitkan dengan masa prakonsepsi, karena setelah menikah wanita akan
segera menjalani proses konsepsi. Masa prakonsepsi merupakan masa sebelum kehamilan.
Periode prakonsepsi adalah rentang waktu dari tiga bulan hingga satu tahun sebelum konsepsi dan
idealnya harus mencakup waktu saat ovum dan sperma matur, yaitu sekitar 100 hari sebelum
konsepsi. Status gizi WUS atau wanita pranikah selama tiga sampai enam bulan pada masa
prakonsepsi akan menentukan kondisi bayi yang dilahirkan. Prasayarat gizi sempurna pada masa
prakonsepsi merupakan kunci kelahiran bayi normal dan sehat (Susilowati dkk. 2016). Dalam
memberikan konseling pendidikan tenaga kesehatan didukung dengan menggunakan media salah
satunya media video visual atau audio visual. Media audio visual merupakan media yang
memberikan rangsangan audio dan visual yang dapat meningkatkan daya tarik sasaran (Jumarting,
2020). Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Fauziyah (2012) di Kota Tegal yang
menunjukan ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video tentang nutrisi prakonsepsi
dimana terdapat kenaikan skor pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah intervensi. Pada skor
pengetahuan terdapat kenaikan dari kurang baik menjadi baik sebesar 24,2%, dan pada skor sikap
terdapat kenaikan dari kurang baik menjadi baik sebesar 36,45% setelah diberikan intervensi.Jenis
penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode penelitian kuantitatif dan metode
penelitian ini Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan Jenis penelitian ini adalah penelitian Quasi
Eksperimen dengan desain One Group Pre-Post Test. Rancangan ini juga tidak terdapat kelompok
pembanding (kontrol), tetapi paling tidak sudah dilakukan observasi pertama (pre test) yang
memungkinkan menguji perubahan- perubahan yang terjadi setelah adanya perlakuan
(Notoatmodjo, 2017).Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Wanita yang merencanakan kehamilan
yang dilakukan konseling mengalami perubahan sikap, berupa peningkatan asupan zat gizi yang
dibutuhkan pada masa prokonsepsi. Dapat dikatakan bahwa konseling gizi pada masa prakonsepsi
dapat menigkatkan kualitas hidup. Hal ini mendukung pencegahan kasus infertil/ ketidaksuburan
dan komplikasi pada kehamilan dikarenakan mal giziMenganalisis pengetahuan wanita pranikah
tentang Konseling Gizi Prakonsepsi Dengan Media Video sebelum dan sesudah intervensi kategori
pengetahuan sebelum diberikan konseling yang paling banyak adalah cukup sebesar 53,3% dan
kategori kurang sebesar 43,3% , kategori baik sebesar 3,3%. Setelah diberikan edukasi kategori
pengetahuan baik 21 orang (70,7%) dan yang berpengetahuan kurang yaitu 1 orang (3,3%).\ Hal ini
membuktikan bahwa konseling dapat meningkatkan atau merubah sikap WUS mengenai Gizi
Prakonsepsi. Perubahan sikap sampel setelah diberikan konseling dikarenakan media promosi
berupa video yang mudah dimengerti. Hal ini dapat membantu WUS untuk mempersiapkan
kehamilan selanjutnya dengan menerapkan dikehidupan sehari-sehari materi mengenai gizi
prakonsepsi
THE EFFECT OF PRECONCEPTION NUTRITION
COUNSELING WITH VIDEO MEDIA ON KNOWLEDGE
AND ATTITUDE OF PRE-MARRIAGE WOMEN
AT WERI HEALTH CENTER
ABSTRAK
Lili Iskaryanti
The pre-marital period can be associated with the pre-conception period, because after marriage women
will immediately undergo the conception process. The preconception period is the period before pregnancy.
The preconception period is the time span from three months to a year before conception and ideally should
include the time when the ovum and sperm are mature, which is around 100 days before conception. The
nutritional status of WUS or pre-marital women for three to six months during the preconception period
will determine the condition of the baby being born. Perfect nutritional requirements during the
preconception period are the key to the birth of normal and healthy babies (Susilowati et al. 2016). In
providing educational counseling, health workers are supported by using media, one of which is video?visual or audio-visual media. Audio-visual media is media that provides audio and visual stimuli that can
increase target attractiveness (Jumarting, 2020). This is in line with research conducted by Fauziyah (2012)
in Tegal City which shows that there is an effect of health education with video media on preconception
nutrition where there is an increase in knowledge and attitude scores before and after the intervention. In
the knowledge score, there was an increase from not good to good by 24.2%, and in the attitude score, there
was an increase from not good to good by 36.45% after being given an intervention. The type of research
used in this study was quantitative research methods and res